Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 369 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 470 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 375 | Komentar

Baca


Popnas XIV 2017 Incar 10 Besar di Popnas XIV


SERANG – Kontingen Banten membidik target masuk peringkat 10 besar pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV 2017 di Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Hal ini disampaikan Ketua Kontingen Popnas Banten Djajuli Khasan usai pelepasan atlet yang digelar di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (7/9).

Kekuatan kontingen Banten berjumlah 286 orang yang terdiri dari 189 atlet, 59 pelatih, 19 ofisial, dan 19 pendamping. Sementara cabang olahraga (cabor) yang akan diikuti sebanyak 19 cabor dari 21 cabor yang dipertandingkan.

Djajuli Khasan mengaku optimistis kontingen Banten bakal mampu menembus peringkat 10 besar. Pasalnya, timnya memiliki atlet-atlet potensial yang siap menyumbangkan pundi-pundi medali emas.  “Mudah-mudahan target sepuluh besar tercapai, karena banyak atlet-atlet potensial khususnya dari cabang olahraga (cabor) individu kita ada peluang dari gulat, karate, taekwondo, pencak silat, dan judo.

Bukan berarti kami mengecilkan peluang dari cabor lain termasuk beregu. Mudah-mudahan sepakbola juga dapat mengulang prestasinya pada tahun 2005 saat Popnas di Sumatera Utara kita mampu meraih medali emas sepakbola.

Kalau untuk olahraga permainannya dari tenis meja. Mudah-mudahan bisa meraih dua medali emas seperti dua tahun lalu saat Popnas di Jawa Barat. Artinya kita tidak mengecilkan peluang dari cabor yang lain,” kata Djajuli.

Ia mengungkapkan, prestasi kontingen Banten pernah tembus peringkat 8 besar nasional pada ajang serupa saat edisi Popnas XII 2013 di DKI Jakarta. Meski begitu, ia menilai target masuk 10 besar tersebut sangat realistis, mengingat peta kekuatan Popnas tahun ini kian merata.

“Minimal sepuluh besar dulu. Jangan terlalu muluk-muluk karena kita juga mengukur kekuatan sendiri dan terus membaca peta kekuatan lawan. Tidak mau saya karena takut terlalu berat buat para atletnya,” ungkap Kabid Olahraga Prestasi Pelajar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Banten ini.

Djajuli menyebutkan, untuk mencapai target 10 besar itu, pihaknya menargetkan delapan keping emas yang didominasi dari cabor-cabor perorangan khususnya bela diri. “Target perolehan medali emasnya minimal delapan keping itu dari gulat, karate, taekwondo, pencak silat, tenis meja, dan judo,” sebutnya.

Ia menambahkan, dari 21 cabor yang dipertandingkan Banten hanya mengikuti 19 cabor yang diikuti itu antara lain angkat besi, atletik, sepakbola, voli pasir, voli indoor, basket, judo, pencak silat, karate, taekwondo, renang, sepak takraw, senam, bulutangkis, panahan, tinju, tenis meja, gulat, dan tarung derajat.

“Tenis lapangan putra-putri tidak lolos saat babak kualifikasi Popwilnya. Yang kedua cabor dayung mohon maaf aja karena dari tiga kali ikut Popnas tidak mampu memberikan kontribusinya. Malah pada Popnas XIX 2019 di Papua kita akan mengirimkan yang juaranya saja.

Pertimbangannya karena jarak yang terlalu jauh, sehingga adalah biaya untuk transportasi. Jadi apabila di Popwilnya hanya jadi runner up itu tidak akan diberangakatkan ke Popnas. Tapi ada juga cabor yang kita kasih peringatan salah satunya panahan,” imbuhnya. (harir)