Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 130 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 174 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 626 | Komentar

Baca


Popnas XIV Jateng 2017 Kecolongan di Detik Akhir


SEMARANG – Tim sepakbola pelajar Banten memetik hasil negatif pada laga perdana babak penyisihan grup cabang olahraga (cabor) sepakbola pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV Jawa Tengah (Jateng) 2017. Kesebelasan Banten takluk dari kesebelasan Jabar, 1-2, yang dihelat di Stadion Pandanaran, Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (13/9) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Sepasang gol Jabar dicetak oleh Satrya Arya Guntara menit 35 dan 90+1. Sementara gol semata wayang Banten diceploskan oleh Fergie Dimas Azzuri menit 63. Dengan kekalahan ini Banten berada di peringkat kedua klasemen sementara grup C. Namun peluang Banten ke babak 8 besar belum tertutup, jika pada pagi hari ini di lokasi yang sama mampu mengalahkan kesebelasan Sumatera Selatan (Sumsel).

Babak pertama permainan tidak berimbang. Jabar menguasai jalannya pertandingan dan mengurung lini bertahan Banten. Sementara Banten hanya sesekali mengancam lini bertahan Jabar melalui serangan balik. Terus melakukan penetrasi akhirnya gawang Banten yang dikawal Tb Satya Haprabu jebol juga.

Gol Jabar tercipta di menit ke-35 melalui tendangan keras Satrya Arya Guntara dari dalam kotak penalti. Skor 1-0 bertahan hingga pertama usai untuk Jabar. Usai jeda, Banten mulai mencoba mengembangkan permainan. Bahkan kombinasi serangan yang digalang anak-anak Banten sempat merepotkan lini bertahan Jabar.

Penjaga gawang Jabar Bondan Eryo Kusumah harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya agar tidak kebobolan. Namun kokohnya pertahanan Jabar akhirnya mampu ditembus pemain Banten untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol cantik dari striker Banten Fergie Dimas Azzuri (menit ke-63).

Mampu menyamakan kedudukan, kesebelasan Banten tidak lantas berpuas diri. Andi Irawan cs terus menggempur lini bertahan Jabar. Terdapat tiga peluang manis yang dimiliki Banten dan diantaranya membentur tiang gawang Jabar.

Skor 1-1 bertahan hingga memasuki menit ke-90. Sepertinya pertandingan akan berakhir imbang lantaran wasit memberi tambahan waktu 2 menit. Tambahan waktu baru berjalan semenit, petaka menghampiri tim Banten. Tepat di menit ke-90+1, Jabar mampu mengoyak gawang Banten. Lagi-lagi Satrya Arya Guntara menjadi mimpi buruk penjaga gawang Banten Tb Satya Haprabu.

Melalui kemelut di depan gawang Banten, Satrya mampu menyundul bola untuk membawa Jabar unggul 2-1. Keunggulan Jabar bertahan hingga wasit meniup peluit panjang bertanda berakhirnya babak kedua.

Kepala Pelatih Sepak Bola Banten Wawan Hermawan mengaku kurang puas dengan hasil akhir yang dipetik timnya. Ia menilai tim besutannya lengah di masa injury time babak kedua jelang pertandingan selesai. “Iya secara hasil kita kurang puas karena kita mampu memberikan perlawanan kepada Jabar. Namun karena faktor kelelahan membuat konsentrasi para pemain pun menurun.

Akibatnya kita kecolongan di detik-detik akhir babak kedua. Inilah pertandingan sepak bola. Semua masih bisa terjadi sebelum wasit meniup peluit bertanda pertandingan selesai,” kata Wawan kepada wartawan, usai laga.

Meski begitu, ia meminta kepada pasukannya untuk bangkit atas hasil minor ini. Pasalnya dijadwalkan pagi hari ini skuatnya akan kembali bertanding melawan Sumsel untuk meraih tiket ke babak perempat final. “Kemenangan atas Sumsel wajib hukumnya.

Kalau ingin lolos, ya kami harus menang. Saya yakin kita bisa lolos mendampingi Jabar. Kami sudah mempelajari pola dan startegi yang dimiliki Sumsel. Insya Allah kita bisa mengatasinya,” tutur dia.
Senada dikatakan Asisten Pelatih Sepakbola Banten Zulhandikar Batubara. Ia menyatakan optimistis Banten dapat meraih angka penuh melawan Sumsel di laga penyisihan kedua.

“Keberuntungan belum berpihak kepada kita. Tidak ada yang harus disesali kita masih memiliki peluang lolos. Lawan Sumsel kita akan lakukan rotasi supaya stamina pemain tidak tetap prima. Makanya tadi Arif pemain nomor punggung delapan kita tarik di babak kedua supaya besok tampil prima,” ungkap Zulhandikar. (harir)