Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 507 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 629 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 496 | Komentar

Baca


Banten Raih Dua Medali Emas


SERANG - Atlet taekwondo Banten yang tergabung dalam program Pemusatan Pelatihan Daerah Jangka Panjang (PJP) KONI Banten sukses meraih dua medali emas pada single event yang bertajuk Bandung Internasional Taekwondo Open 2017. Berlaga di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Sabtu-Minggu (23-24/9), medali emas diraih kategori kyorugi (tanding) dan poomsae (jurus).

Dari kategori kyorugi, medali emas dipersembahkan taekwodoin Yuni Siega yang turun di kelas over 78 kilogram putri. Medali emas kedua dipersembahkan tim beregu poomsae putri (Genna Upshari, Regita Adistia, dan Ina Rahma Pramesti).

Pada kejuaraan ini, Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Banten hanya menerunkan empat atlet dari lima atlet yang tergabung dalam PJP KONI Banten 2017. Satu atlet kyorugi lainnya, yakni Eka Sari Saputri (kelas under 64 kilogram putri) tidak diturunkan lantaran masih berkutat dengan cedera lutut.

Ketua TI Pengprov Banten E Kosasih Samanhudi mengaku bangga. Ia menilai kualitas taekwondoin PJP terus menunjukkan proges yang positif. “Kalau melihat hasil ini berarti para atlet mengalami peningkatan. Ini event besar karena tidak hanya diikuti taekwondoin Indonesia saja.

Total pesertanya mencapai 1.700 taekwondoin yang berasal dari 22 provinsi se-Indonesia dan empat negara tetangga, yaitu Malaysia, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Untuk itu sukses merengkuh medali emas di event ini sangat membanggakan. Hasil ini ikut menegaskan kalau kualitas atlet PJP taekwondo Banten tidak bisa dipandang sebelah mata.

Saya melihat kualitas teknik dan mental anak-anak terus meningkat. Sangat memuaskan dan membanggakan,” kata Kosasih, kepada wartawan, Senin (25/9). Ia menuturkan, hasil ini tidak akan membuat tim taekwondo PJP KONI Banten lekas berpuas diri. Pasalnya target utamanya adalah mendulang prestasi tertinggi pada PON XX 2020 di Papua. Karena itu, pihaknya terus akan meningkatkan intensitas latihannya.

“Hasil ini hanya sebagai tolak ukur untuk pembenahan supaya lebih baik lagi kedepannya. Target selanjutnya adalah meraih prestasi lebih banyak lagi event baik tingkat nasional mau pun internasional. Tujuannya agar kualitas anak-anak terus meningkat,” tutur dia.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengprov TI Banten Fiva Zabreno mengungkapkan, hasil ini tidak lepas dari pembinaan jangka panjang yang dilakukan pengprov melalui program KONI Banten. “Kami tidak hanya memfokuskan terhadap atlet senior aja, kami juga konsentrasi terhadap atlet-atlet junior.

Atlet junior inilah yang menjadi penerus kekuatan taekwondo Banten kedepan. Potensi sudah ada, tinggal pembinaan yang harus lebih ditingkatkan. Secara teknik atlet kita sudah memilikinya. Cuma harus dibarengi dengan kompetisi regular supaya jam terbangnya terus bertamah,” kata Fiva. (harir)