Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Paralayang Kirim Atlet Ikut Simulasi Kecelakaan


SERANG – Pengurus Provinsi (Pengprov) Paralayang Banten mengirimkan atlet-atlet terbaiknya untuk mengikuti kursus simulate incident de vol (SIV) atau simulasi insiden dalam penerbangan paralayang di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), sejak 28 September hingga 8 Oktober 2017.

Keempat atlet paralayang Banten itu yakni Ari Prayogo, Irvan Winarya, Risman Supriadi, dan Samto Manguncipto. Pengiriman atlet ini untuk meningkatkan lisensi pilot paralayang. Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Paralayang Banten,

Asep Renggana mengatakan, kesempatan ini merupakan momen langka bagi para pilot paralayang Indonesia lantaran instrukturnya merupakan juara dunia Paragliding Acrobatic 2017 asal Perancis, yaitu Theo De Blic. “Materinya meliputi pitching, roling, b stalll , wing over, asimetrik, auto rotation, front collapse, spin, stall, back fly, helico, and sat.

Kalau pilot sudah menguasai semua materi tersebut, maka insiden diudara akan teratasi. Makanya saya bilang ini momen langka karena pelatihnya adalah juara dunia. Sangat bagus juga untuk meningkatkan kualitas atlet,” kata pria yang akrab disapa Areng kepada Banten Raya, Selasa (3/10) siang.

Ia menuturkan, kursus pelatihan ini juga merupakan syarat mutlak bagi setiap pilot paragliding dimanapun berada. Diharapkan setelah mengikuti kursus pelatihan ini, pilot dapat mengerti permasalahan yang terjadi dalam melakukan penerbangan paragliding dan mampu dengan baik mengatasi permasalahan tersebut.

“Kami berharap penerbangan paragliding semakin aman dan terkendali. Selain itu juga bisa meningkatkan prestasi atlet,” tutur dia. Lebih jauh Areng menjelaskan, untuk mengikuti kursus tersebut masing-masing atlet harus merogoh kocek sebesar Rp7 juta. “Itu belum termasuk tiket pesawat dan lain-lain.

Mudah-mudahan besaran biaya yang dikeluarkan secara pribadi masing-masing atlet kedepan bisa meningkatkan prestasi untuk Banten cemerlang,” jelas anggota Polri dari Satuan Brimob Banten ini. (harir)