Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 83 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 60 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 86 | Komentar

Baca


Aklamasi, Fahmi Kembali Pimpin Banten


SERANG – Fahmi Hakim kembali terpilih sebagai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Banten untuk masa bakti 2018-2022. Kepastian ini diketahui pada Kongres Asprov PSSI Banten yang dihelat di Hotel Ratu, Kota Serang, Sabtu (3/2).

Pada Kongres ini Fahmi Hakim menjadi calon tunggal yang akan menduduki kursi pimpinan Asprov PSSI Banten. Oleh karena itu, Fahmi dipastikan menang secara aklamasi lantaran 18 pemilik hak suara mendukungnya menjadi Ketua Asprov PSSI Banten. Pada kesempatan ini turut hadir, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria, Kadispora Banten Deden Apriandhi Hartawan, dan Sekum KONI Banten Sutaryono.

Usai terpilih, Fahmi mengaku berterima kasih atas kepercayaan dan amanah yang kembali diberikan kepadanya, baik dari Askot PSSI, Askab PSSI hingga klub-klub sepak bola di Banten. Amanah tersebut menjadi sebuah motivasi baginya untuk melangkah ke depan dan melakukan perbaikan.

“Perbaikan itu baik diinternal Asprov PSSI Banten maupun di eksternalnya. Langkah pertama tentunya akan segera melakukan konsolidasi kepengurusan terlebih dahulu, yang disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing. Agar organisasi ini bisa lebih kuat dan mampu membawa aspirasi masyarakat sepak bola Banten,” kata Fahmi, kepada awak media.

Selain itu, masih kata dia, pihaknya akan segera membuat program tahunan yang akan disejajarkan dengan program PSSI Pusat. “Tentu kami akan sinergikan program pembinaan dan kompetisi sepak bola dari PSSI Pusat. Selain itu, juga akan mensinergikan dengan Pemprov Banten dalam rangka membangun sepakbola di Provinsi Banten yang lebih baik lagi,” ungkap Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Serang ini.

Sementara itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menyatakan, hal utama dari pengembangan sepak bola yakni kompetisi di daerah. Ia berharap agar kompetisi sepak bola di daerah dapat menganut sistem football development, yakni pembinaan periodisasi.

“Global development itu harus memiliki periodiasasi, yakni pemain harus memiliki waktu untuk berlatih, kemudian bertanding, berlatih lagi, kemudian bertanding lagi. Tidak boleh ada kompetisi yang dipadatkan, misal sebulan atau dua minggu kemudian selesai. Kompetisi harus dilaksanakan dalam waktu yang panjang,” ujar Tisha.

Ia menambahkan Asprov PSSI bertugas untuk menjaga jenjang waktu kompetisi diusia dini, melalui Liga 3, Piala Surtain U-17, U-15, U-13, dan Piala Pertiwi. Lima kompetisi tersebut sudah harus mulai digelar pada April mendatang, hingga berakhir pada Oktober agar dapat masuk ke babak nasional.

“Nah PSSI berharap agar timeline tersebut dipatuhi untuk kepentingan football development bersama. Karena apabila timeline lewat dari April, bisa kita bayangkan misalnya baru mulai Agustus berarti hanya satu bulan itu kompetisi.  Mana bisa kita (Banten-red) dapat menyaingi daerah lain yang priodisasi kompetisinya sudah panjang dan lama,” imbuhnya.

Masih di lokasi, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Banten Deden Apriandhi Hartawan berharap Asprov PSSI Banten dapat menghasilkan bibit-bibit pesepak bola andal yang dapat mengharumkan nama Banten. “Kami berharap dari 11 juta penduduk Banten, bisa melahirkan 25 pemain terbaik yang bisa menghasilkan prestasi di kancah nasional dan internasional,” harap Deden. (harir)