Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 585 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 399 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 507 | Komentar

Baca


Kemenristekdikti Bentuk LL-DIKTI


JAKARTA
- Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan akan memberlakukan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-DIKTI) di tahun 2017 ini.

“LL-DIKTI akan diberlakukan di 2017. Saat ini sedang diadakan pembahasan final Peraturan Menristekdikti dengan Kemenpan dan RB, yang diantaranya berisi akan dilakukan pengelompokan tipe LL-DIKTI berdasarkan jumlah PTS dan wilayahnya, dan kewenangan pusat secara bertahap akan diberikan pada LL-DIKTI,” papar Nasir, kemarin.

Menurut Nasir, perubahan Kopertis menjadi LL-DIKTI untuk wilayah Kopertis I memang lebih mudah, dibandingkan Kopertis yang membawahi sekitar 6 provinsi dibawahnya.Menanggapi kemajuan PTS di Kopertis Wilayah I, Nasir katakan bahwa kemajuan di wilayah I memang cukup maju, karena memang semenjak tahun 2016, peningkatan mutu PTS terus digenjot.

“Karena memang tugas Kopertis itu tidak hanya datang saat wisuda saja, tetapi melakukan pembinaan di wilayahnya. Pembinaan itu menyangkut peningkatan akreditasi program studi dan institusi,” tuturnya.
Nasir juga menjelaskan, bahwa pada tahun 2016, dari 23 Perguruan Tinggi yang berakreditasi A, 9 diantaranya merupakan PTS, artinya menurut Nasir, ini menjadi lecutan bagi PTS lain untuk berakreditasi lebih baik.

Publikasi ilmiah menurut Nasir di PTS harus ditingkatkan, karena sangat membantu penelitian di Indonesia. Nasir juga menyampaikan rata-rata masalah di PTS terutama untuk politeknik atau akademi adalah keterbatasan dosen.

“Oleh karena itu silakan berkolaborasi dengan industri. Saya akan mensyaratkan kompetensi yang dimiliki oleh calon dosen dari industri itu. Kita punya KKNI, sehingga rasio antara dosen dan mahasiswa tidak ada masalah,” katanya. (satibi)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir