Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 509 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 631 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 497 | Komentar

Baca


SMAN 1 Kramatwatu Tingkatkan Mutu Guru


SERANG – Untuk meningkatkan mutu sumber daya pengajar, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kramatwatu menggelar In House Training (IHT).

Hal tersebut disampaikan Agus Rustamana, Kepala SMAN 1 Kramatwatu.Menurutnya, SMAN 1 Kramatwatu yang merupakan salah satu sekolah rujukan di Banten, terus meningkatkan mutu pendidikan. Salah satunya dengan menggelar IHT, yaitu melatih guru yang memahami e-Raport, e-Modul, e-Learning dan membahas soal-soal yang lebih sulit yang nantinya akan diterapkan kepada peserta didik.

“Di Indonesia ada 614 sekolah rujukan. Untuk wilayah Banten ada enam sekolah rujukan salah satunya adalah SMAN 1 Kramatwatu,” kata Agus kepada Banten Raya di ruang kerjanya, kemarin. Ia menjelaskan, sekolah rujukan menjadi pilot projek nasional untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Program utama sekolah rujukan mengimplementasikan program unggulan, seperti literasi sekolah, yang bertujuan untuk mendongkrak minat baca peserta didik. “Dengan diterapkan literasi sekolah, maka siswa akan memiliki wawasan yang luas, kritis dan kreatif. Karena Indonesia memiliki program membangun generasi yang handal di Tahun 2045, pada tahun tersebut Indonesia genap satu abad merayakan kemerdekaannya,” ujar Agus.

Sekolah rujukan memiliki program penguatan pendidikan karakter (PPK), lanjutnya, dimana saat ini bangsa Indonesia sedang diuji tentang nasionalisme, kerukunan dan cinta tanah air. Dengan adanya Program PPK, maka peserta didik akan memiliki warisan kearifan lokal.

“Pendidikan yang berporos pada karakteristik, yaitu religius, nasionalisme, mandiri dan gotong royong,” ungkapnya. Masih kata Agus, proses pembelanjaran di SMAN 1 Kramatwatu sudah menggunakan digital, yang tujuannya untuk menciptakan peserta didik yang critis, comunikatif, creatif dan colaboratif (4C).

“Kami juga menerapkan program smart school, yaitu program yang menggunakan apsen wajah dan dapat dipantau langsung oleh orangtua dengan menggunakan smart phone. Jadi orangtua dapat mantau anaknya bolos atau tidak, dan orangtua pun sudah bisa melihat rapot dengan menggunakan handpone,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebagai sekolah rujukan tentunya harus mentranformasikan program sekolah rujukan ke sekolah yang berada di tidak jauh dari sekolah rujukan dengan istilah sekolah imbas, seperti SMAN ANyer, bojonegara, SMAN Waringkun Kurung dan SMAN Pulo Ampel. “Dengan adanya sekolah imbas ini diharapkan mutu peserta didik akan lebih baik,” harapnya. (satibi)

Beri komentar


Security code
Refresh