Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 509 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 631 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 497 | Komentar

Baca


Asbes Teknik Untirta Bangun MCK


SERANG – Untuk mengamalkan tri dharma Perguruan Tinggi, Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMS) Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), kembali melakukan program anak sipil bangu desa (Asbes).

Menurut Ketua Depertemen HMS, Mohamad Afif Fauzan, Asbes salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, dalam bentuk pembangunan infrastruktur. Artinya, Asbes berbeda dengan Program KKM. “Kegiatan Asbes ini sudah kali ketiga dilakukan oleh HMS Untirta. Kegiatan ini dilakukan oleh kami dua tahun sekali,” ujar Afifi kepada Banten Raya, kemarin.

Ia menjelaskan, untuk menjalankan Program Asbes mahasiswa melakukan survey untuk mencari tahu kebutuhan masyarakat yang menjadi lokasi Program Asbes. Dari hasil survey, kemudian dikaji dan hasil kajian yang menjadi Program Asbes.  “Dalam menjalankan program ini, kami tetap melihat kemampuan sebagai mahasiswa. Artinya, dari sekian banyak kebutuhan masyarakat, kami hanya membantu sesuai dengan kemampuan,” ungkapnya.

Untuk Program Asebes kali ini, lanjutnya, sasaran yang dituju adalah Desa Pasir Waru, Kampung Bojong, Kabupaten Serang. Di lokasi tersebut kata Afif, lebih membutuhkan sarana mandi, cuci dan kakus (MCK).
Hal senada disampaikan Aditya Dwi Laksana Putra, Ketua Umum HMS, salah satu visi HMS adalah menjalankan tri dharma perguruan tinggi, sehingga pihaknya berkeinginan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan membangun dua pintu MCK.

“Kami juga ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat, tentang bagaimana membangun infrastruktur dan memelihara infrastruktur tersebut. Kami melihat kebutuhan infrastruktur yang dibutuhkan adalah MCK,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Badan Usaha HMS, Andini mengatakan, untuk membangun dua pintu MCK ini, pihaknya membutuhkan Rp12 jutaan. Untuk saat ini, pihaknya masih mengandalkan sponsor, donator dan keuntungan kegiatan usaha milik HMS. “Rencananya kegiatan ini akan diresmikan oleh Rektor Untirta,” katanya.

Sebelumnya, Program Asbes kali pertama dilakukan beberapa tahun yang lalu di wilayah Baros, Kabupaten Seranng dengan pembangunan biopoli, kemudian pada tahun 2016 lokasi Program Asbes di Kecamatan Cinangka, Desa  Bantar Wangi dengan membangun dua pintu MCK.

“Tahun ini sasaran Program Asbes di Desa Pasir Waru, Kampung Bojong, Kabupaten Serang,” tutupnya. (satibi)



Beri komentar


Security code
Refresh