Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 383 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 484 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 388 | Komentar

Baca


Seminar Internasional, Internet Jadi Kebutuhan


SERANG – Teknologi mencapai level yang menakjubkan dalam berbagai bentuk, yaitu Artificial Intelligent (AI), Big Data, sosial media dan berpengaruh besar tak hanya transformasi tapi bahkan metamorphosis dalam dunia politik dan pemerintahan. Hal tersebut disampaikan akademisi dari Kyoto Univercity Japan, Prof Okamoto Masaaki.

Menurutnya, gencarnya penggunaan teknologi informasi dalam bentuk internet diabad ini, telah berdampak signifikan terhadap perubahan hidup manusia.  Seperti pola hidup dan pikir manusia itu sendiri. Internet telah melekat dan turut menjadi kebutuhan tersendiri bagi sebagai manusia.

“Gencarnya perkembangan teknologi informasi juga membuat kabur pemikiran manusia, kadang tidak bisa membedakan mana manusia mana mesin. Ada manusia di Jepang yang tidur dengan boneka. Bahkan di suatu negara ada prostitusi yang perempuannya diganti boneka.

Ada juga laki-laki yang berpacaran dengan perempuan di dunia maya,” kata Okamoto saat menjadi narasumber dalam seminar internasional yang diselenggarakan Magister Administrasi Publik (MAP) Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Seminar Internasional bertajuk “Techonology and Governance: Trend and Impact”, kemarin.

Ia menilai, pengguna internet di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, data terakhir menunjukan jumlahnya sudah mencapai 51 persen, dari total penduduk Indonesia. Dan angka tersebut diprediksi akan terus meningkat.

“Dari jumlah ini, pengguna internet di Indonesia rata-rata didominasi oleh kalangan muda. Media Sosial (Medsos) mendapat urutan pertama paling banyak diakses. Akses internet di Asia rata smartphone, generasi muda yang paling banyak pakai internet. Tapi di Indonesia kecepatannya masih lambat,” ungkapnya.

Di lokasi yang sama, H. Ace Hasan Syadzilly, Anggota DPR RI dan Dosen MAP mengatakan, pengguna internet di Indonesia berada dibawah Malaysia, jumlahnya mencapai 71 persen dari penduduk yang ada. Selain itu, pengguna internet di negara lain juga tidak kalah banyak, contohnya di Brunei yang mencapai 82 Persen.

“Pengguna internet paling rendah adalah Myanmar. Media sosial yang paling banyak diakses oleh masyarakat Indoensia adalah Facebook. Penggunanya didominasi oleh laki-laki, kurang lebih angkanya mencapai 53 persen. Sementara perempuan hanya 47 persen,” ujarnya.

Ia menilai, relasi antara perkembangan Ilmu Administrasi Publik dengan penggunaan IT dalam tata kelola pemerintahan. Dengan contoh aplikasi teknologi informasi di Jakarta, terbukti pelayanan publik menjadi lebih baik.

“Aplikasi Qlue misalnya membuat berbagai persoalan di Jakarta, seperti sampah atau genangan bisa dimonitor dan diselesaikan dengan cepat dan akurat,” ujarnya.

Seminar ini dihadiri oleh berbagai kalangan seperti dosen di berbagai kampus di Banten, mahasiswa, birokrat dan juga masyarakat umum. Seminar ini tak hanya menumbuhkan semangat internasionalisasi di MAP Untirta, adaptif terhadap perkembangan keilmuan, tapi juga merupakan upaya MAP Untirta untuk berkontribusi pada masyarakat dan pemerintah. (satibi)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir