Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 369 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 470 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 375 | Komentar

Baca


Brigjen KH Syamun Kembali Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional


CILEGON - Pendiri Perguruan Islam Al-Khairiyah Citangkil Banten, Brigadir Jenderal (Brigjen) KH Syamun, kembali akan diusulkan menjadi pahlawan nasional. Hal itu disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) yang juga Menjabat Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy usai mengisi kuliah umum di Kampus Peradaban Islam Al-Khairiyah Citangkil, Minggu (20/8) malam.

"Kami dari PPP memberikan dukungan penuh dan akan memperjuangkan KH Syamun sebagai Pahlawan Nasional. Karena nilai-nilai yang telah ditunjukan oleh beliau, yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk Indonesia," ujar pria yang akrab disapa Romi ini.

Romi menjelaskan, meski usulan gelar pahlawan jenderal keturunan Ki Wasyid itu pernah diajukan dan belum terealisasi, dirinya yakin dan optimis hal itu bisa diwujudkan. "KH Syamun telah meraih gelar 'Bintang Mahaputra' dan sebagai penghormatan, Presiden Jokowi pernah berkunjung ke Al-Khairiyah belum lama ini. Saya sangat yakin gelar pahlawan bisa disematkan atas nama KH Syamun.

Kami akan instruksikan Fraksi PPP untuk memperjuangkannya di Kementerian Sosial RI dan Dewan Gelar Tanda dan Jasa Kepangkatan," katanya. Romi menilai, peran KH Syamun dalam perjuangan kemerdekaan tidak perlu diragukan lagi, khususnya untuk rakyat Banten. KH Syamun pernah diangkat menjadi Bupati Serang periode 1945-1949.

Meski pada 1948 meletus Agresi Militer Belanda II yang mengharuskan KH Syam’un bergerilya dari Pandeglang sampai Anyer. Darah pejuang dari KH Wasyid sepertinya menurun sebagai pejuang yang ikut melawan kolonialisme di Banten.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Al-Khairiyah Ali Mujahidin, yang juga masih cucu Brigjen KH Syamun mengaku menyerahkan sepenuhnya pengangkatan gelar pahlawan nasional kepada pemerintah pusat dan masyarakat Banten.

"Saya kan cucunya, masa saya yang ngomong. Ya saya serahkan kepada pemerintah dan masyarakat saja," tegasnya. (danang)



Beri komentar


Security code
Refresh