Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 130 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 174 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 626 | Komentar

Baca


SMAN 1 Kramatwatu Dukung Program Seniman Masuk Sekolah


SERANG – SMAN 1 Kramatwatu-Serang mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sebagai salah satu sekolah di Banten untuk mensukseskan program seniman masuk sekolah.

Menurut Mamat, Wakil Kepala SMAN 1 Kramatwatu, Bidang Bidang Kurikulum, tahun ini Kemendikbud kembali menyelenggarakan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). GSMS merupakan kegiatan yang memberikan peluang dan kesempatan kepada seniman dan sekolah untuk bersinergi, dalam melatih dan mempraktikkan seni budaya di sekolah.

“Pada tahun 2017, GSMS akan diselenggarakan di 1.320 sekolah yang terdapat di 26 provinsi, dengan jumlah peserta didik mencapai 26.400 orang. Salah satunya adalah SMAN 1 Kramatwatu,” kata Mamat kepada Banten Raya, kemarin.

Ia mengaku, selain itu, SMAN 1 Kramatwatu juga menjadi salah satu sekolah rujukan nasional dari 614 sekolah. Untuk wilayah Banten, ada enam sekolah rujukan. Sebagai sekolah rujukan nasional, SMAN 1 Kramatwatu sudah berbasis IT dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.

“100 persen lulusan SMAN 1 Kramatwatu memiliki nilai UN dengan katagori cukup. 65 persen lulusan kami melanjutkan kuliah, 5 persen kerja dan sisanya masuk ke perguruan tinggi ngeri atau sekolah kedinasan,” ungkap Mamat.

Hal senada disampaikan Agus Rustamana, Kepala SMAN 1 Kramatwatu, sekolah rujukan menjadi pilot projek nasional untuk meningkatkan mutu pendidikan. Program utama sekolah rujukan mengimplementasikan program unggulan, seperti literasi sekolah, yang bertujuan untuk mendongkrak minat baca peserta didik.

“Dengan diterapkan literasi sekolah, maka siswa akan memiliki wawasan yang luas, kritis dan kreatif. Karena Indonesia memiliki program membangun generasi yang handal di Tahun 2045, pada tahun tersebut Indonesia genap satu abad merayakan kemerdekaannya,” ujar Agus.

Sekolah rujukan memiliki program penguatan pendidikan karakter (PPK), lanjutnya, dimana saat ini bangsa Indonesia sedang diuji tentang nasionalisme, kerukunan dan cinta tanah air. Dengan adanya Program PPK, maka peserta didik akan memiliki warisan kearifan lokal.

“Kami juga memiliki tanggungjawab sebagai sekolah imbas, yaitu menularkan system pendidikan ke sejumlah sekolah yang tidak jauh dari SMAN 1 Kramatwatu. SMA Bojonegara dan Waringin Kurung menjadi salah satu sekolah imbas kami,” tutupnya. (satibi)

Beri komentar


Security code
Refresh