Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 130 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 174 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 626 | Komentar

Baca


SMPIT RJ Belajar di Luar Kelas *Implementasikan 5 Karakter SRA


CILEGON - Tidak seperti biasanya, SMP Islam Terpadu (IT) Raudhatul Jannah (RJ) Cilegon mengajak seluruh peserta didiknya belajar di luar kelas, Kamis (7/9).

Kepala SMPIT RJ Cilegon Endang Hanimah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program yang digalakkan secara serentak oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) kepada seluruh sekolah ramah anak (SRA) yang ada di Indonesia.

Tujuannya, mengimplementasikan lima karakter utama yang harus dimiliki peserta didik dari 30 SRA se-Indonesia yang sudah ditetapkan oleh Kemen PPPA yaitu religius, nasionalisme, mandiri, gotong-royong, dan integritas.

"Jadi dari 30 SRA itu, di Banten hanya 2 yang masuk kategori dan ikut melaksanakan program belajar di luar kelas secara serentak se-Indonesia pada hari ini (kemarin-red) yaitu kami (SMPIT RJ Cilegon-red) dan SKH (sekolah kebutuhan khusus-red) Al-Kautsar Cilegon. Ini suatu kebanggaan buat kami. Tentu kami akan jaga amanah ini sebaik-baiknya," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Endang menjelaskan, ada empat tema yang diangkat sebagai materi yang dipakai untuk belajar di luar kelas yaitu tentang keagamaan, perilaku hidup bersih dan sehat, pelestarian permainan tradisional, dan pembentukan jiwa nasionalisme.

"Ada banyak permainan tradisional yang diterapkan. Ada juga penyampaian materi oleh dinas kesehatan, dinas pendidikan, kepolisian, dan lain sebagainya. Karena kami juga mengundang orang tua peserta didik dengan berbagai profesi untuk memberikan materi. Ada yang dokter, karyawan PLN, polisi, dan lainnya," ujarnya.

Selain itu, lanjut Endang, pihaknya juga melibatkan para orangtua peserta didik yang tergabung dalam komite sekolah. "Kami ingin agar para orangtua melihat gambaran langsung interaksi yang dilakukan sehari-hari di sekolah oleh anak-anaknya melalui kegiatan ini (belajar di luar kelas-red)," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan, Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon Retno Windarwati menyatakan, kegiatan belajar di luar kelas merupakan salah satu program unggulan yang diterapkan Kemen PPPA kepada SRA yang ada di Indonesia dengan tujuan menumbuhkembangkan interaksi anak dan menanamkan karakter yang baik untuk menghindari terjadinya tindak kekerasan pada anak di sekolah.

"Di Banten baru dua sekolah yang berlabel SRA. Walau sebenarnya sudah banyak yang menerapkan pola SRA. Tapi ya kementerian baru menyampaikan penilaiannya hanya kepada dua sekolah di Banten yaitu SMPIT RJ Cilegon dan SKH Al-Kautsar Cilegon. Semoga kedepannya lebih banyak lagi sekolah berlabel SRA di Cilegon untuk mendorong Cilegon sebagai kota layak anak," tuturnya. (danang)



Beri komentar


Security code
Refresh