Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 369 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 470 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 375 | Komentar

Baca


Gandeng Kemenperin, FT Untirta Latih Asesor




CILEGON - Center of Excellence (CoE) Industri Petrokimia Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyelenggarakankan pelatihan Asessor Kompetensi Industri Kimia di lantai 2-4 Gedung CoE Industri Petrokimia kampus Untirta Cilegon. Menurut Asep Ridwan, Direktur Eksekutif CoE, kegiatan ini operasionalnya secara keseluruhan dibiayai oleh Kemenperin RI. Kegiatan yang dibuka oleh Muhammad Khayam, Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin RI ini akan berlangsung selama 5 hari.

“Dimulai sejak tanggal 11 sampai dengan 15 September 2017, dengan instrukturnya didatangkan dari Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP),” kata Asep dalam sambutannya, kemarin.
Ia mengatakan, para peserta pelatihan terdiri dari akademisi, praktisi, dan instansi pemerintah.

Akademisi terdiri dari dosen-dosen yang ada di Fakultas Teknik Untirta, para praktisi terdiri dari industri seperti PT. Candra Asri, PT Nippon Shokubai Indonesia, PT. Polytama Propindo, sedangkan instansi terdiri dari para staf di Kemenperin RI.

Senada disampaikan Muhammad Khayam, Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin RI, workshop ini selain agenda kerja dari Kemenperin RI, juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia khususnya Banten, yang diutamakan SDM yang berkecimpung di bidang industri kimia maupun petrokimia.

“Output dari kegiatan ini, terciptanya para asesor yang mempunyai tugas untuk menilai, menguji seseorang apakah layak mempunyai kompetensi pada bidang tertentu, khususnya bidang industri kimia maupun petrokimia,” katanya.

Khayam menjelaskan, asesor merupakan salah satu faktor yang dapat menyukseskan proses seorang SDM industri kimia, maupun petrokimia mendapatkan sertifikat dari BNSP maupun Lembaga Sertifikat Profesi (LSP).

“Karena kementeriannya menargetkan SDM yang bekerja di industri bersertifikat, sesuai keahlian masing-masing yang dapat menaikkan nilai persaingan tenaga kerja Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Menurutnya saat ini dari 125 juta orang yang bekerja, hanya 3 juta orang yang sudah mempunyai sertifikat keahlian. Bila dibandingkan dengan negara maju, SDM Indonesia masih banyak tertinggal jauh, banyak yang perlu ditingkatkan dan peningkatan SDM Indonesia merupakan tangggung jawab pemerintah Indonesia. (satibi)

Beri komentar


Security code
Refresh