Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 369 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 470 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 375 | Komentar

Baca


Indonesia Juara Ketiga di Festival Musik Tradisional Uzbekistan


JAKARTA - Seniman Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa. Lewat Festival Musik Tradisional yang digelar di Samarkand, Uzbekistan, Indonesia dinobatkan sebagai juara 3 dan berhasil menyisihkan negara-negara peserta pada Sharq Taronalari (Melodies of the East) 2017.

Sharq Taronalari (Melodies of the East) 2017 berlangsung pada 25 Agustus – 30 Agustus 2017. Tim Indonesia yang diwakili oleh INO Ensamble Indonesia membawakan lagu Voice of Diversity di ajang internasional tersebut.

Ditampilkan oleh tujuh personil, INO Ensamble Indonesia menyuguhkan keragaman musik Indonesia dari berbagai wilayah, antara lain Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa Barat, Betawi dan Kalimantan.  Penampilan kelompok musik binaan musisi Franki Raden ini memperoleh sambutan meriah dari para juri dan penonton.

“INO Ensamble yang tampil dengan tujuh personil merupakan versi mini dari Orkestra Nasional Indonesia untuk mengenalkan keragaman seni musik Indonesia dalam sebuah komposisi, yang memadukan alat-alat musik nusantara,” ujar Franki Raden.

Berkat penampilan INO Ensamble tersebut, nama Indonesia pun berhasil disejajarkan di papan kemenangan bersama para juara, yaitu Azerbaijan sebagai juara 1 dan Korea Selatan di peringkat kedua. Kemenangan INO Ensamble Indonesia sebagai juara ketiga ini menjadi kemenangan pertama bagi Indonesia di ajang Sharq Taronalari yang sudah berlangsung sebanyak 11 kali sejak tahun 1997.

Sharq Taronalari merupakan salah satu Festival Musik Tradisional terbesar di Asia Tengah yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali di Samarkand, Uzbekistan. Festival yang didukung oleh UNESCO ini pertama kali diselenggarakan pada 1997 atas inisiasi mendiang Presiden Uzbekistan Islam Karimov, dengan tujuan mempromosikan budaya damai, dialog antarkebudayaan, memelihara dan mengembangkan keanekaragaman budaya serta melestarikan warisan musik tradisional. (*/satibi)

Beri komentar


Security code
Refresh