Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 42 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 42 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 71 | Komentar

Baca


Baraya Muda


CILEGON – Dalam rangka memberikan motivasi kepada siswa SMA untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, alumni XII IPA 5, SMAN 1 Cilegon bekerjasama dengan Bimbingan dan konsultasi belajar (BKB) Nurul Fikri (NF) membagikan beasiswa untuk daftar ke perguruan tingggi. Menurut Humas Prog ...
PANDEGLANG - SMP Daar El Falaah Kabupaten Pandeglang berhasil memperoleh spesial award, untuk kategori  Low Cost Project dan Teater Robot serta medali perunggu untuk kategori Low Cost Project dalam Olimpiade Robot Internasional yang diselenggarakan oleh International Islamic School Robotic Olympiad (IISRO), di Johor Bahru, Malaysia.
IISRO sendiri diikuti oleh beberapa negara Islam, di antaranya Indonesia, Malaysia, dan Timur Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan tanggal 24 -26 Desember 2014 lalu. Menurut Tubagus Abdul Rosyid, salah seorang guru, sebanyak 11 siswa yang terbagi 4 tim ikut dalam kancah internasional tersebut.“Kami membawa beberapa project yang sudah disiapkan di sekolah, di antaranya dispenser otomatis, garasi mobil otomatis, alat pemberi makan ikan otomatis dan pendeteksi banjir. Ke 11 siswa didampingi oleh dua pembina, yaitu saya dan Agus Muhrom selaku guru bahasa Inggris,” kata Rosyid kepada Banten Raya, Minggu (4/1).

Dia mengaku, SMP Daar El Falaah Kabupaten Pandeglang baru pertama kali mengikuti event tingkat internasional di bidang robotik. “Alhamdulillah anak-anak kami berhasil mengharumkan nama sekolah, bahkan Kabupaten Pandeglang dengan memperoleh 2 Spesial Award dan 1 medali perunggu dari dua kategori yang diikutinya,” ungkapnya.

Rosyid sapaan akrabnya berharap, penghargaan yang diraih SMP Daar El Falaah di kancah internasional ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain, yang ada di Kabupaten Pandeglang.  “Harapan saya prestasi ini dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan lagi di tahun 2015. Saya juga berharap, kami juga bisa mengikuti kegiatan serupa yang akan dilaksanakan oleh Kemendiknas yang rencananya akan berlangsung di Yogyakarta,” harapnya.

Teguh Kurniyanto, Kepala SMP Daar EL Falaah menilai, keberhasilan ini merupakan keberhasilan semuanya, yaitu pimpinan pesantren, kepala sekolah dan jajaran dewan guru serta seluruh siswa yang ada di sekolah.“Penghargaan yang berhasil diraih oleh siswa merupakan bentuk dukungan dari semua pihak, yang telah berhasil mewujudkan iklim positif  untuk terus berprestasi bidang akademik maupun non akademik. Jadi di SMP Daar El Falaah team work-nya sudah bagus dan teruji,” ungkapnya bangga.

Kendati SMP Daar El Falaah berada di bawah kaki gunung, tepatnya di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, tidak membuat siswa yang sekolah di SMP Daar El Falaah gagap teknologi.“SMP Daar El Falaah secara geografis dikelilingi oleh pergunungan, diantranya Gunung Pulosari, Gunung Haseupan dan Gunung Karang. Jauh dari kemajuan teknologi ini, tidak terlepas dari pemahaman yang mendalam terhadap panca jiwa dan motto pesantren, yang mengedepankan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berasaskan keimanan dan taqwa,” imbuhnya. (satibi)
SERANG – Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kinerja, sejumlah pejabat di lingkungan rektorat Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di-reshuffle. Perombakan ini dilakukan di lantai III, Gedung B kampus Untirta, kemarin.
Menurut Rektor Untirta Sholeh Hidayat, rotasi, promosi ataupun mutasi di lingkungan rektorat Untirta bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan di lembaga Untirta. Dia menilai, kemajuan dan perkembangan lembaga ditentukan oleh kualitas kinerja dari aparatur pemerintah.“Disamping untuk memberikan penyegaran dan pengalaman kerja yang baru, rotasi ini untuk menghilangkan rasa kejenuhan di kalangan aparatur pemerintah yang berada di lingkungan rektorat Untirta,” kata Sholeh kepada Banten Raya di lantai III, Gedung B Untirta, kemarin.

Pakar pendidikan ini mengatakan, dengan adanya rotasi tersebut diharapkan mampu menciptakan komitmen terhadap jabatan, untuk melaksanakan amanah dan tanggung jawab sebaik-baiknya. “Saya berharap rotasi ini menjadi motivasi baru bagi para pejabat yang dirotasi. Pekerjaan yang sudah bagus bisa ditingkatkan, dan pejabat yang dirotasi memiliki niat untuk meningkatkan kinerjanya agar yang kurang bagus bisa meningkat menjadi bagus. Itulah harapan saya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Sholeh Hidayat mengatakan, pejabat yang mendapatkan rotasi, untuk segera beradaptasi terhadap tugas dan tanggung jawab yang baru. Tidak hanya itu, pejabat yang mendapatkan rotasi mampu meningkatkan kinerjanya.“Jabatan itu bukanlah hak, tapi jabatan itu adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di dunia dan di hadapan Allah. Sebagai pejabat harus mampu memberikan contoh yang baik terhadap bawahannya,” ungkapnya.

Untuk mencapai tujuan visi dan misi Untirta, lanjut Sholeh, tentunya dibutuhkan itikad yang baik untuk menciptakan kerja keras, kerja cerdas, dan kerjasama yang harmonis dengan semua pihak. “Sehingga tujuan visi dan misi Untirta dapat tercapai,” imbuhnya. (satibi)


SERANG – Tantangan internal dalam dunia pendidikan terkait pertumbuhan penduduk usia produktif, di Indonesia lebih banyak jika dibandingkan dengan usia tidak produktif. Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum 2013, yang diselenggarakan oleh Dewan Pendidikan Banten di auditorium IAIN, Serang, kemarin.
Menurut Machdum Bachtiar, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Kanwil Kemenag Banten, tantangan internal terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu pada delapan standar pendidikan.“Sedangkan tantangan pendidikan abad 21, antara lain adalah kompetisi terbuka, ilmu pengetahuan bergerak cepat, dan kamera atau sentra seni peran,” katanya.

Kompetisi masa depan, lanjut Machdum, antara lain mengenai kemampuan berkomunikasi, kemampuan berfikir jernih, dan kritis serta kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan.
“Sedangkan fenomena yang terjadi saat ini adalah, perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme dan gejolak masyarakat,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Djaali, pengamat  pendidikan dan kebudayaan, dimana kurikulum disusun sesuai jenjang pendidikan dalam kerangka negara kesatuan republik Indonesia dengan memperhatikan, peningkatan iman dan taqwa, peningkatan akhlak mulia, peningkatan potensi, kecerdasan dan minta peserta didik serta keragaman potensi daerah dan lingkungan.“Sedangkan prinsip pengembangan kurikulum adalah, tuntutan pembangunan daerah dan nasional, tuntutan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, agama, dinamika perkembangan global serta persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan,” kata Djaali saat memberikan materi di FGD Kurikulum 2013.

Dia menjelaskan, prinsip pengembangan kurikulum sesuai dengan KTPS antara lain berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Sedangkan tahapan pengembangan kurikulum, kata Djaali, antara lain berasal dari implementasi terbatas atau uji coba di lapangan.“Kompetensi lulusan harus memiliki tiga unsur, pertama kompetensi afektif, yaitu penilaian terhadap akhlak, moral, dan kepribadian siswa, kompetensi keterampilan siswa dan kompetensi intelektual siswa,” ungkapnya.

Sementara itu, FGD Kurikulum 2013 tersebut menghadirkan pembicara Machdum Bachtiar Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Kanwil Kemenag Banten, Ade Kosasih, Kepala Bidang Manajemen Tenaga Pendidik (Mantekdik) Dindik Banten Ade Kosasih dan Djaali. (satibi).
SERANG - Setelah melakukan roadshow pertemuan dengan stakeholder Provinsi Banten, dan juga mengadakan public hearing, pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menuai dukungan. “Salah satu dukungan datang dari Plt Gubernur Banten. Bentuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten itu tertuang dalam Surat Pernyataan Dukungan No : 440/5092-DINKES/14 bulan Desember 2014 ditandatangani oleh Plt Gubernur Banten Rano Karno. Dalam surat pernyataan dukungan tersebut dijelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten mendukung penuh upaya Universitas Sultan Ageng Tirtayasa terhadap pengembangan sumber daya manusia yang profesional, terampil, dan memiliki kompetensi guna menjawab tantangan Millenium Developmen Goals (MDGs) di Provinsi Banten dalam menyongsong era globalisasi dan perdagangan bebas,” kata Rektor Untirta Sholeh Hidayat kepada Banten Raya, Senin (30/12).
Pakar pendidikan ini mengaku, Pemprov Banten juga memberikan izin penggunaan dan pengelolaan Rumah Sakit Umum Provinsi Banten, sebagai Rumah Sakit Pendidikan (teaching hospital) dan seluruh puskesmas di daerah Banten sebagai wahana pendidikan bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran Untirta. “Pemerintah Provinsi Banten juga mengizinkan para dokter dalam lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Banten sebagai tenaga pengajar, jika memenuhi kualifikasi tenaga pengajar dan dilibatkan dalam proses pembelajaran. Khusus bagi putra/i terbaik Banten, pemprov juga menyiapkan beasiswa ikatan dinas yang memenuhi kelayakan sebagai peserta didik pada program studi Pendidikan Dokter fakultas kedokteran Untirta,” ungkapnya.

Terakhir dalam surat pernyataan dukungan, lanjut Sholeh, ditegaskan bahwa Pemprov Banten akan mengalokasikan anggaran dana hibah untuk pembangunan dan pemenuhan sarana dan prasarana serta biaya operasional Fakultas Kedokteran Untirta sesuai mekanisme hibah Pemprov Banten.“Selain dari Pemerintah Provinsi Banten, dukungan juga datang dari DPRD Provinsi Banten yang dituangkan dalam Surat Rekomendasi No : 161.1/II/DPRD/XII/2014  tanggal 29 Desember 2014 ditandatangani oleh Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah,” tegas Sholeh.

Dalam surat rekomendasi tersebut, kata Sholeh, dengan jelas dikatakan bahwa DPRD Provinsi Banten sangat mendukung pendirian Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran Untirta dan terkait sarana prasarana dan pendanaan DPRD Banten akan mendukung sesuai kemampuan keuangan daerah.“Atas nama sivitas akademika Untirta saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan penuh Plt Gubernur dan Ketua DPRD Banten, sebagai representasi pemerintah dan masyarakat Banten. Semoga dengan adanya penguatan dukungan dari pemerintah dan DPRD Provinsi Banten terhadap pendirian  Fakultas Kedokteran Untirta dapat mempercepat keluarnya rekomendasi Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dan izin  penyelenggaraan dari Kementerian Pendidikan Tinggi dan Ristek,” katanya.

Pengamat pendidikan ini menambahkan, mengingat kebutuhan akan tenaga kesehatan khususnya dokter di Provinsi Banten sangat besar dan hal ini merupakan tantangan sekaligus tanggung jawab dan pengabdian Untirta terhadap masalah kesehatan masyarakat Banten.“Kami juga menyampaikan permohonan rekomendasi dukungan kepada Bupati dan Walikota serta Ketua DPRD se Provinsi Banten berupa kesiapan mengirimkan lulusan SMA/Madrasah Aliyah terbaik untuk menjadi mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Untirta dengan biaya pendidikan yang dianggarkan pada APBD masing-masing kabupaten/kota. Kepada seluruh masyarakat Banten kami mohon dukungan dan doanya terhadap cita-cita kami menyiapkan sumber daya manusia di bidang kesehatan sebagai bagian integral dari grand design pembangunan kesehatan di Provinsi Banten dapat terwujud,” harapnya. (satibi)