Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 248 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 270 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 701 | Komentar

Baca


Baraya Muda


SERANG – Kementerian Agama tetap akan menerapkan kurikulum 2013 (K-13), untuk mata pelajaran agama di setiap sekolah yang berada di Indonesia. Hal disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat mengunjungi Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Banten, Selasa (16/12). Menurut Lukman, ...
SERANG – Dalam rangka menyambut Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Banten menggelar lomba bagi ibu-ibu di Banten. Kegiatan lomba digelar di Kedalingan, Serang, Selasa (16/12).
Menurut Ketua BKOW Banten Adde Rosi Khoerunnisa, lomba ini merupakan rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Ibu, yang di Banten akan dirayakan pada tanggal 23 Desember mendatang. “Katagori lomba yang diikuti antara lain, lomba baca puisi dan hijab,” kata Adde Rosi di sela-sela acara.

Dia mengaku, kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar organisasi wanita yang tergabung dalam BKOW, menyusun program kerja dan membentuk seorang ibu yang memiliki kepercayaan diri dalam mengurus keluarga dan karir.“Kegiatan ini juga bertujuan untuk membuktikan, bahwa seorang ibu itu mampu berkarir, seorang ibu mampu untuk tampil dalam bidang seni. Tidak hanya untuk mengurus, sumur, dapur dan kasur,” ungkapnya.

Wanita berjilbab ini menambahkan, kegiatan ini merupakan inisiatif BKOW, sebagai bagian dari masyarakat ibu-ibu untuk memperingati Hari Ibu. “Saya berharap, mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan kebahagiaan dan memotivasi ibu-ibu, untuk bisa berkarir dan mengejar cita-citanya serta memiliki kepercayaan diri,” harapnya. (satibi)

SERANG – Sebanyak 109 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Banten sudah diakreditasi. Sedangkan satu SMK dinyatakan belum terakreditasi. Hal itu terungkap saat rapat menyampaian yang dilakukan asesor kepada anggota Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Mandrasah (BAN-S/M), di lantai tiga kantor Dinas Pendidikan Banten, Senin (15/12).

Menurut Usman Radiana, anggota BAN-S/M, dari 110 SMK Negeri yang berada di Banten, hanya satu sekolah yang belum mendapatkan akreditasi. “Untuk SMK, akreditasi di Banten cukup bagus,” kata Usman kepada Banten Raya, kemarin.

Dia menjelaskan, verifikasi dianggap sah jika pleno dihadiri oleh anggota BAN-S/M. Kemudian hasil laporan dari asesor akan dilakukan verifikasi yang kemudian diplenokan. “Sekolah mana yang layak mendapatkan akreditasi A, B, dan C,” ungkapnya.

Dia mengaku, ada 15 langkah dalam proses akreditasi, di antaranya adalah izin operasional sekolah, jenjang pendidikan lengkap, dan sudah meluluskan peserta didik. “Hasil akreditasi secara umum di Banten cukup bagus. Bahkan, di Banten asesor harus mempertangungjawabkan jika memberikan akreditasi A terhadap salah satu sekolah. Hal itu berbeda dengan provinsi lainnya,” ungkapnya.

Usman menambahkan, sedangkan akreditasi untuk jenjang STLA di Banten juga cukup bagus. Namun, Usman mengaku lupa berapa jumlah STLA yang sudah mendapatkan akreditasi. “Saya lupa berapa jumlahnya, tapi yang jelas belum semuanya memiliki akreditasi A,” kilahnya.

Dalam kesempatan itu, Usman juga menuturkan bahwa untuk lembaga pendidikan sekolah swasta biasanya  lupa untuk mengurus akreditasi, sehingga banyak sekolah swasta yang belum mendapatkan akreditasi. Pasahal akreditasi itu sangat penting bagi kemajuan suatu sekolah.“Sekolah swasta yang tidak terakreditasi biasanya karena adanya pecah kongsi yang terjadi di sekolah swasta, sehingga pengelola pendidikan lebih mendahulukan kepentingan pribadi daripada mengurus akreditasi sekolah,” ungkapnya.

Padahal, lanjut Usman, pemerintah tidak membedakan dalam memberikan penilaian akreditasi bagi sekolah negeri maupun swasta. Bahkan, pemerintah akan memberikan bantuan yang cukup besar bagi sekolah negeri dan swasta yang memiliki akreditasi.“Pemerintah tidak bisa berbuat banyak jika ada permasalahan di sekolah swasta. Pemerintah akan memberikan bantuan besar, jika kepemilikan tanah lembaga pendidikan milik lembaga bukan perseorangan,” imbuhnya. (satibi)


SERANG – Dinas Pendidikan Banten mengaku belum menerima surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dasar dan Menengah Anies Baswedan soal pencabutan kurikulum 2013 yang menuai beragam komentar. Padahal pemberhentian kurikulum 2013 secara resmi dilakukan melalui surat edaran bertanggal 5 Desember 2014, yang diunggah ke situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, www.kemdikbud.go.id.

Sekretaris Dinas Pendidikan Banten Teddy Rukmana mengaku, hingga saat ini Dinas Pendidikan Provinsi Banten belum menerima surat keputusan atau surat edaran terkait pencabutan kurikulum 2013.
“Kurikulum 2013 dibentuk berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Jika ada pencabutan kurikulum 2013, tentunya harus menggunakan SK,” kata Teddy kepada Banten Raya, Senin (15/12).

Hingga saat ini Dinas Pendidikan Provinsi Banten, kata Teddy, belum menerima SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang menyatakan pencabutan kurikulum 2013 tersebut. “Hingga saat ini kami belum menerima SK atau surat edaran pencabutan kurikulum 2013,” aku Teddy.

Kendati demikian, lanjut Teddy, Dinas Pendidikan Banten salah satu bagian dari pemerintah tentunya akan mengikuti keputusan pemerintah. Termasuk di dalamnya mengenai pemberlakukan atau pencabutan kurikulum 2013.“Kami tidak bisa melakukan apa-apa, karena kami belum menerima SK atau surat edaran dari pemerintah pusat. Namun, yang jelas kami akan mengikuti arahan dan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, Karena kami bagian dari pemerintah,” tegasnya.

Terkait mengenai aturan berdoa, yang juga dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dasar dan Menangah Anies Baswedan, Teddy mengaku tidak bisa menyikapi aturan tersebut. Karena, aturannya belum diterima oleh Dinas Pendidikan Provinsi Banten. “Tentunya kami akan melihat dan mempelajari aturan mengenai berdoa bagi siswa yang bersekolah di negeri,” imbuhnya.

Perlu diketahui, pelaksanaan kurikulum 2013 dihentikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. Pemberhentian resmi dilakukan melalui surat edaran bertanggal 5 Desember 2014 yang diunggah ke situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, www.kemdikbud.go.id.

Dalam surat edaran itu, Anies menyampaikan keputusan diambil berdasarkan fakta bahwa sebagian besar sekolah belum siap melaksanakan Kurikulum 2013 karena beberapa hal. Antara lain masalah kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendampingan guru, dan pelatihan kepala sekolah. (satibi)

SERANG – Arif Sodakoh, Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Cafe Ide Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menargetkan teater Nyanyinya Nyonya akan meraih golden tiket dalam ajang festival teater tingkat nasional yang akan berlangsung di Bandung. Arif Ambon sapaan akrabnya m ...