Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 377 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 479 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 380 | Komentar

Baca


Berkat Hobi, Sampah Jadi Hiasan Indah

LEBAK - Bagi kebanyakan orang, barang-barang bekas merupakan sampah dan harus dibuang karena tidak berguna. Namun bagi Cepi Kosasih sampah berupa botol plastik justru dijadikan sebagai bahan yang bernilai seni. Saat Banten Raya mengunjungi Cepi di Kampung Babakan Kelapa, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyer, Kabupaten Lebak, di setiap sudut rumahnya penuh dengan sampah botol plastik yang telah disulap menjadi berbagai hiasan, seperti bunga-bunga, kapal-kapalan serta hiasan bentuk lainnya. Mulai dari kamar tamu, hingga dapur.

Menurut Cepi, hiasan dari botol pastiknya itu merupakan hasil karya seninya dari hobi memanfaatkan barang bekas yang selama ini dijalani. “Mulai dari depan rumah sampai dapur, terus di belakang rumah juga dihiasi oleh bunga-bunga yang dibuat dari barang bekas. Semuanya dibuat dari botol plastik,” ungkap Cepi kepada Banten Raya, Jumat (21/9). Selain hobi merangkai barang bekas, kata Cepi, hobinya itu dilakukan semata-mata untuk memanfaatkan barang rongsokan yang tidak berguna menjadi barang yang memiliki nilai seni tinggi. “Dulu saya sempat dilaporkan kepada pak RT karena saya dianggap orang gila gara-gara menghiasai rumah dengan cara kayak gini (barang bekas-red),” kenangnya.

Ide membuat hiasan rumah dari barang bekas itu, diakui Cepi diperoleh saat dirinya masih menjadi kepala Divisi Pemadam Kebakaran di PT Angkasapura 2. Saat itu, kata Cepi, dirinya pernah ikut perjalanan ke beberapa negara seperti Inggris, Prancis, Hongkong, Australia, Itali, dan Jerman. Dari perjalanan dinasnya ke beberapa negara itu, akhirnya muncul ide untuk memanfaatkan barang-barang bekas. "Di sana (luar negeri) banyak orang yang memanfaatkan barang rongsokan menjadi barang yang memiliki nilai seni tinggi,” ungkapnya.

Karena keunikan hobinya itu, Cepi akhir sempat terkenal, karena banyak awak media yang datang untuk meliputnya, baik media lokal di Banten, maupun media swasta nasional. “Dulu beberapa kali rumah saya ditampilkan di tv. Dan warga yang dulu memandang saya gila akhirnya berubah pandangan,” ungkapnya. Bahkan dengan kegilaaannya itu, istri Cepi akhirnya merasa bangga, karena mampu merubah barang yang awalnya tidak berguna menjadi berguna dan bernilai. “Saya juga tidak merasa malu rumah saya dihiasi dengan barang rongsokan seperti ini,” ungkapnya. (junaedi)