Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 377 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 479 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 380 | Komentar

Baca


Keluarga Pecinta Reptil (Kepatil) Banten

SERANG - Jika banyak orang yang menganggap hewan reptil seperti ular, buaya, biawak, kadal, kura-kura itu menjijikan, tidak bagi bagi anggota Keluarga Pecinta Reptil (Kepatil) Banten. Meski masih dianggap tabu dikalangan masyarakat, komunitas ini mampu membuktikan bahwa reptil tak selalu berkesan buruk.

Keluarga pecinta reptil atau yang akrab disebut Kepatil ini terbentuk sejak 2008 lalu, namun baru diresmikan dengan akta notaris pada April 2012. Memiliki 41 anggota yang didominasi oleh kaum adam, Kepatil ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa tak semua reptil berbahaya. Hewan yang dinilai memiliki nilai plus dari keeksotikannya ini sudah sepatutnya dilestarikan agar tidak punah.

Selama ini, banyak masyarakat yang tega membunuh reptil ketika menemukan di sekitar lingkungannya, seperti ular misalnya. Padahal, tidak semua ular berbahaya karena ular yang berbisa hanya sekitar 30 persen dari total spesies ular di dunia. Bahkan, dari 30 persen tersebut hanya 10 persen yang bisanya mematikan. “Reptil itu bukan hewan yang menakutkan. Memelihara reptil tak ubahnya seperti memelihara hewan peliharaan lainnya. Malah, terkesan lebih mudah,” kata Ketua Kepatil Banten Iman Junianto kepada Banten Raya, kemarin.

Meski harga reptil terkesan mahal, kata Iman, namun tak menghalangi komunitasnya untuk tetap mencintai hewan melata itu.  Iman sendiri memiliki bermacam-macam reptil, seperti ular, iguana, dan kadal.

Menurutnya, memelihara reptil itu gampang-gampang susah. Oleh karenanya, sebelum memelihara harus siap dengan berbagai macam konsekuensi yang harus dihadapi seperti, mempelajari tentang hewan yang akan dipelihara, persiapkan kandang dan keperluannya, siap merawat secara intensif mulai dari kesehatan serta kebersihan dan tak ada keberatan dari anggota keluarga. “Kesulitan pemeliharaan setiap reptil itu berbeda-beda. Untuk pemula saya anjurkan yang mudah-mudah dahulu,” tuturnya.

Senada dengannya, Linda, yang juga memiliki banyak jenis ular juga mengatakan, kebersihan dan kesehatan reptil merupakan hal yang paling penting dalam memeliraha reptil. Setiap jangka waktu tertentu, lanjutnya, setidaknya reptil peliharaan itu harus diberi vaksin agar tetap sehat. Kebersihan kandang pun harus diperhatikan secara cermat. “Memelihara reptil itu simpel. Bahkan makannya pun tidak tiap hari seperti memberi makan kucing,” ucapnya. (mega)