Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 377 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 479 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 380 | Komentar

Baca


Bakso Sidodadi : Makan Bakso Bisa Sambil Ngenet

Masyarakat Indonesia mana yang tidak kenal bakso. Semua pasti kenal, tahu bahkan sangat suka mengkonsumsi bakso yang sudah menjadi makanan khas Indonesia sejak dulu. Bakso atau baso adalah jenis bola daging yang paling lazim dalam masakan Indonesia. Bakso umumnya dibuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka, akan tetapi ada juga bakso yang terbuat dari daging ayam, ikan, atau udang.

Dalam penyajiannya, bakso umumnya disajikan panas-panas dengan kuah kaldu sapi bening, dicampur mi, bihun, taoge, tahu, terkadang telur, ditaburi bawang goreng dan seledri. Bakso sangat populer dan dapat ditemukan di seluruh Indonesia, dari gerobak pedagang kaki lima hingga restoran besar.

Berbagai jenis bakso sekarang banyak ditawarkan dalam bentuk makanan beku yang dijual di pasar swalayan dan mal-mal. Irisan bakso dapat juga dijadikan pelengkap jenis makanan lain seperti mi goreng, nasi goreng, atau cap cai. Bahkan di beberapa daerah pun lahir pebisnis kuliner bakso yang berasal dari berjualan Baso ala kaki lima.

Seperti salah satunya Suroso Tukijan, yang saya temui di Cilegon beberapa hari yang lalu saat berwisata kuliner di kawasan Pondok Cilegon Indah (PCI), Kota Cilegon. Pemilik usaha Bakso Sidodadi ini merupakan salah satu tempat jajanan favorit warga PCI dan sekitarnya di kala siang dan sore hari. Saya pun mencoba mendatangi tempat tersebut yang kebetulan hadir juga sang pemilik. Suroso pun tak sungkan untuk berbagai cerita asal muasal bisnisnya. “Kami mengawali usaha ini dengan penuh keyakinan dengan skill yang kami miliki yaitu membuat bakso dan mie ayam. Dengan berbmodalkan niat dan tekad yang kuat, kami merantau dari Solo Jawa Tengah ke Banten untuk membuka usaha ini pada tahun 2003 lalu,” kata Suroso kepada Banten Raya, Kamis (14/2).

Di tempat sebuah ruko di kawasan PCI, tepatnya di depan Kimia Farma PCI, ruko yang berukuran kurang lebih 10 x 5 meter ini, Suroso pun membuka cabang ke-6 sejak awal bulan Februari ini. “Alhamdulillah. sebelumnya kami sudah membuka 5 cabang yaitu di Kramatwatu, Serdang, Tegal Wangi, Warnasari dan di sekolah Raudhatul Jannah PCI,” kata Suroso.

Tampilan bakso Sidodadi ini tak bedanya dengan bakso lainnya. Ada banyak varian seperti bakso urat, bakso telor, bakso spesial, bakso biasa, mie ayam, dan mie ayam bakso. Namun soal rasa, Anda harus datang sendiri mencicipinya. Dibuat dan diolah dengan cara yang sangat higieni. Mulai dari pemilihan bahan seperti daging giling, sayur, dan mie. “Semuanya dalam pengawasan ketat dari saya. Saya tidak mau masyarakat kecewa dengan kualitas rasa baso yang kami miliki. Kami mengutamakan rasa bukan harga,” kata Suroso.

Berbagai promosi pun dilakukan Suroso untuk semakin mengenalkan Bakso Sidodadi. Mulai dari promosi mulut ke mulut, hingga menebar pamflet di perumahan, sekolah dan kampus. “Kami ingin mengenalkan bakso kini bukan hanya jajanan kelas bawah saja. Tapi sudah menjadi jajanana semua kalangan. Dari kaki lima hingga bintang lima pasti ada jajanan bakso. Oleh karena itu, dengan hadirnya cabang Bakso Sidodadi yang  ke-6 ini, kami ingin semakin mengenalkan dan menguatkan image bakso itu bisa dinikmati siapa saja dan dimana saja dengan harga yang terjangkau. Dan tentunya sehat dan terjamin kualitasnya,” tegas Suroso. Untuk harga, semua baksonya dibandrol tidak lebih dari 15 ribu perak. Bahkan untuk menu bakso spesial yang  terdapat bakso telor, bakso biasa dan bakso urat hanya dibandrol Rp 11 ribu saja.

Bakso Sidodadi sendiri hadir dengan 4 pilihan yaitu bakso special dengan harga Rp 11 ribu, bakso telur, bakso urat, dan bakso biasa dengan harga Rp 8000. Sedangkan untuk mie ayam juga dibandrol dengan harga terjangkau yaitu Rp 8000. Bahkan di bulan Maret mendatang, pihaknya akan menggelar promo heboh yang bekerjasama dengan salah satu leasing dan operator seluar.

Bagi yang membeli 2 porsi bakso rasa apa saja di tempatnya, berkesempatan mengikuti undian yang berhadiah BlackBerry. Bahkan ke depannya, pihaknya juga akan memasang layanan akses free Wi-Fi di tempat usahanya dengan menggandeng salah satu operator selular. “Alhamdulillah ada yang mendukung warung bakso ini dengan akan memasang Wi-Fi di area ini. Ini suatu inovasi satu-satunya tempat makan bakso kaki lima yang dilengkapi Wi-Fi,” kata Suroso.
Yogi Satya Hardi - Cilegon