Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 509 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 631 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 497 | Komentar

Baca


Scooter Ujung Banten (Scuba) Peduli Sesama dan Lingkungan

PANDEGLANG - Scooter Ujung Banten (Scuba), Komunitas yang memiliki basecamp di Kampung Mesjid, Desa/Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang ini kini memiliki anggota aktif sekitar 100 orang. Komunitas yang didirikan sejak 1998 ini ternyata sudah banyak melakukan kegiatan, mulai dari touring keluar daerah atau tempat-tempat lokal di Banten, melakukan kegiatan sosial, dan lainnya.

Meski terlihat urakan, anggota komunitas ini ternyata memiliki jiwa sosial dan rasa kepeduliannya terhadap lingkungan yang cukup besar. Hal itu terbukti dalam beberapa kegiatan Scuba tiap tahun yang selalu melakukan kegiatan bakti sosial, seperti membantu korban banjir yang rutin terjadi setiap tahun di daerah Kecamatan Patia, Sukaresmi, dan sekitarnya. Baru-baru ini, para Scubater -panggilang anggota Scuba, melakukan penanaman sebayak 1.000 batang bibit mangrove di kawasan Pantai Laba, Kecamatan Labuan. “Yang tergabung dalam Scuba ini adalah orang-orang yang suka dengan motor vespa atau yang biasa kami sebut dengan scooter. Untuk mereka yang ingin bergabung dengan komunitas kami tidak meski punya motor vespa, tapi cukup dengan menggemari vespa dan mau ikut dengan aturan komunitas ini kita terima," kata Ketua Scuba Toni Fathoni Mukson yang juga anggota Komisi III DPRD Banten dari Fraksi PKB, Jumat (14/9).

Toni mengatakan, dirinya terlibat dalam komunitas Scuba karena ingin membangun sebuah komunitas hobi yang memiliki jiwa sosial dan peduli terhadap lingkungan. Dengan begitu, kata Toni, keberadaan komunitas scuter itu akan diakui oleh publik. "Keberadaan komunitas ini agar bisa bermanfaat bagi masyarakat luas sehingga keberadaannya diakui,” ungkap Toni. (Agus Lani)