Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 370 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 472 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 376 | Komentar

Baca


Ada Petilasan Ki Jampang dan Ciung Wanara


MERAK - Pulau Merak Besar yang terletak sekitar 500 meter di depan Pelabuhan Penyeberangan Merak dapat menjadi tempat wisata alternatif saat liburan. Bahkan, menurut nelayan setempat di pulau tidak berpenghuni itu juga terdapat petilasan Ki Jampang dan Ciung Wanara yang kini dikramatkan oleh warga sekitar.

Pulau Merak Besar dapat ditempuh sekitar 10 menit dengan menggunakan perahu nelayan yang sudah siap mengantar pengunjung di Pantai Mabak, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak. Pengunjung cukup dengan merogoh kocek Rp20 ribu per orang, nelayan akan mengantar ke pulau tersebut.

Di Pulau Merak Besar itu, akan disuguhi pemandangan yang asri, serta pasir putih yang terletak disebelah barat dan selatan pulau. Selain alam, terdapat juga binatang-binatang liar yang hidup disana, seperti monyet ekor panjang dan beberapa binatang lainnya.

Jika berkunjung ke pulau hutan lindung yang berfungsi sebagai pelindung pelabuhan dan Terminal Terpadu Merak (TTM) itu, juga dapat melihat petilasan yang dipercaya pernah disinggahi Ki Jampang dan Ciung Wanara.

Diketahui, Ki Jampang merupakan tokoh persilatan yang juga murid dari Maulana Malik Isroil atau kakek dari Syekh Jamaluddin. Sedangkan, Ciung Wanara adalah legenda di kalangan orang Sunda dari Kerajaan Sunda Galuh.

Untuk mencapai petilasan Ki Jampang dan Ciung Wanara, pengunjung cukup berjalan kaki sekitar 20 menit ke lokasi. Untuk mencapai kedua lokasi petilasan itu tidak perlu bersusah payah. Sebab, cukup mengikuti jalan tangga yang sudah di semen.

Jika tiba di pohon besar akan melihat nama Ki Jampang dan Ciung Wanara yang tercantum di nisan. Nelayan sekitar, Toyo mengungkapkan, asal muasal keberadaan petilasan Ciung Wanara dan Ki Jampang itu berawal dari seorang warga mengaku sebagai keturunan dari Ciung Wanara. Menurut warga itu, Ciung Wanara dimakamkan di atas bukit di pulau tersebut. "Dia bermimpi, katanya dia keturunan Ciung Wanara dan di Pulau Merak Besar terdapat makam Ciung Wanara. Dari situ dibangunlah makam dan pondasi Ciung Wanara," ujarnya.

Lebih lanjut, Toyo mengatakan, setiap malam Jumat banyak pengunjung yang berdatangan ke petilasan Ciung Wanara dan Ki Jampang."Malam Jumat kemarin juga ada yang ziarah kesana tiga orang, pakaiannya serba putih," katanya.

Sebelumnya, pimpinan Yayasan Syekh Jamaluddin, Ajat Sudrajat membenarkan keberadaan dua petilasan Ki Jampang dan Ciung Wanara di pulau yang rencananya akan dibangun dua dermaga tambahan Pelabuhan Penyeberangan Merak."Disitu ada dua petilasan orang Banten pertama yang memeluk agama Islam, Ki Jampang dan satunya petilasan Ciung Wanara," ungkapnya. (DARJAT NURYADIN)

Comments 

 
0 #1 fahmi permana Rabu, 03-08-2016 | 14:33
percaya gak percaya sih,,, saya orang Ciamis kerajaan Galuh..peninggalan ciung wanara ada di ciamis di karangkamulyaan ,, tp kuburannya dsisni, trus hubngnnya gmn y
Quote
 

Beri komentar


Security code
Refresh