Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 72 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 56 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 80 | Komentar

Baca


Pelamar Tak Bisa Curang

SERANG - Perubahan teknis dan mekanisme perekrutan CPNS di daerah oleh pemerintah pusat mempersempit kemungkinan terjadinya kecurangan penerimaan CPNS. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Serang Rif'ah Maftuty mengatakan, keputusan diterima atau tidaknya pelamar menjadi CPNS ditentukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, bukan oleh konsultan lokal seperti yang biasanya dilakukan.
"Kita diberikan soal, kemudian setelah diisi langsung dikirim ke MenPAN. Nanti tahu-tahu hasilnya keluar dari MenPAN siapa yang diterima siapa yang tidak," kata Rif'ah, Rabu (18/9).  Rif'ah mengatakan, sampai saat ini sudah ada 2.000 pendaftar CPNS kategori umum Kabupaten Serang. Para pendaftar diharuskan mengirimkan berkas fisik untuk keperluan verifikasi administrasi. "Kalau berkasnya yang kita terima baru 59 orang. Pendaftaran online sampai tanggal 25 September. Nanti tesnya tanggal 3 November," katanya.

Ia mengungkapkan bahwa tes CPNS formasi umum akan berbarengan dengan tes CPNS honorer kategori 2. "Mungkin soalnya beda lagi. Kita ada 1.768 honorer. Tesnya bareng, locus yang berbeda. Kita kemungkinan akan pakai SMA SMK di Kota Serang untuk lokasi ujian," katanya.

Dalam perkembangan yang sama, masyarakat berharap rekrutmen CPNS berjalan secara jujur. Nandang Talangsara, warga Cipete, Kecamatan Curug, Kota Serang, mengaku sering mendengar kabar adanya pembelian kuota CPNS di Banten. Namun secara pribadi ia juga masih ragu-ragu dengan kebenaran berita seperti itu. Jika persentasikan, keyakinan dan keraguannya sama-sama bernilai 50 persen. "Yakin nggak yakin dengan adanya kabar seperti itu. Banyak yang bilang karena kuota CPNS yang sekarang sedikit, katanya cuma buat anak-anak pejabat," kata Nandang.

Lelaki yang setiap hari mengajar di SD Curug Manis dan SMP PGRI Curug ini masih berharap kepada penyelenggara seleksi dan pejabat-pejabat yang memiliki wewenang agar tidak berlaku curang dengan memperjualbelikan kuota CPNS. Sehingga yang lulus menjadi CPNS adalah mereka yang betul-betul mengisi soal tes dengan benar. Terlebih karena kuota yang disediakan lebih banyak untuk posisi guru, maka rekrutmennya harus benar, karena guru adalah sosok yang harus ditiru.
"Masak gurunya yang jadi PNS dapet nyodok. Nanti ngajarin kejujuran ke anak-anaknya gimana? Lagian kalau dia lolos karena nyogok berarti dia nggak pinter. Berari nggak yakin dengan diri sendiri. Dunia pendidikan kalau diajar oleh orang kayak gini bakalan kacau," ujar Nandang.

Diungkapkan Nandang, ia baru pertama kali ikut dalam tes CPNS seperti itu. Formasi yang dipilih adalah guru pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes), yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya dulu saat kuliah di STKIP Pasundan, Cimahi, Jawa Barat. "Ya kita sih berharap aja mudah-mudahan bisa lolos," kata Nandang.

Toha, warga Kompleks Sapta Marga, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, juga mengaku sering mendengar gosip jual-beli kursi CPNS. Namun ia tidak gentar dengan gosip itu dan akan tetap berkompetisi dalam seleksi CPNS. Dalam kehidupannya sendiri, ia mengaku ada pegawai di pemerintahan yang menawarinya CPNS tetapi dengan kompensasi bayaran puluhan juta rupiah. "Kita coba aja dulu walaupun tahu ada yang begitu. Mudah-mudahan jebol. Memang banyak yang menawarkan. Ada yang nawarin Rp 120 juta ada juga yang Rp 150 juta," katanya tanpa menyebutkan identitas dan tempat kerja oknum tersebut.
Toha yang mengaku baru pertama kali ikut tes CPNS ini berharap seleksi CPNS bisa berjalan dengan fair tanpa ada rekayasa.

Nita Sofianita, Manager Marketing Kantor Pos Serang yang sekaligus menjadi penanggung jawab tentang penerimaan CPNS, mengungkapkan bahwa berkas pelamar CPNS yang masuk ke Kantor Pos Serang sampai dengan Selasa (17/9) lalu mencapai kurang lebih 800 orang. Rinciannya, 300 orang melamar untuk CPNS di Kabupaten Serang, sementara 500 orang lainnya untuk Kota Serang. "Penyerahan lamaran terakhir tanggal 25 September nanti," kata Nita. (fikri/tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh