Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 247 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 270 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 701 | Komentar

Baca


FPI Bantah Dilatih Militer


LEBAK GEDONG – Front Pembela Islam (FPI) Banten membantah mendapatkan pelatihan militer dari TNI di Pesantren Al Futuhiyah, Kampung Banjar Pahingeun, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak seperti yang banyak diberitakan.

Imam Besar FPI Banten KH Kurtubi menyatakan, adalah fitnah jika ada yang menyebut TNI telah memberikan pelatihan militer kepada laskar FPI. Menurut Kurtubi, pelatihan yang didapat FPI selama dua hari pada 22-23 Desember 2016 lalu adalah kegiatan Panduan Bela Negara (PPBN) yang bekerjasama dengan Kodim 0603 Lebak. Sementara foto peserta yang merangkak dan push up adalah sanksi bagi santri yang sedang mengikuti pelajaran baris berbaris.

“Kami tegaskan tidak ada pelatihan militer pada kegiatan PPBN tersebut, adapun yang merangkak dan push up itu ada pada pelajaran pramuka di sekolah-sekolah,” kata KH Kurtubi saat ditemui Banten Raya di kediamannya di Komplek Pesantren Al Futuhiyah, Senin (9/1).

Kurtubi menceritakan, kegiatan tersebut awalnya bermula saat Dandim 0603 Lebak Letnan Czi Ubaidillah menyerahkan 1.000 bendera merah putih kepadanya menjelang peringatan 17 Agustus 2016 lalu. Saat itu, Kurtubi mendengar ada pelatihan-pelatihan bela negara yang diberikan oleh Kodim kepada pesantren-pesantren. Ia pun tertarik dan mengajukan agar pelatihan juga diselenggarakan di pesantren salafi miliknya.

Dandim Lebak merespons baik permintaan tersebut. Akhirnya, setelah melalui sejumlah prosedur dan perijinan, dilakukan lah pelatihan selama dua hari. “Kami menyayangkan media tidak konfirmasi dan hanya menganalisa sebuah foto yang akhirnya jadi informasi yang menyesatkan, sehingga informasi yang menyebar di seluruh Indonesia FPI dilatih militer oleh TNI padahal itu adalah pelajaran baris berbaris sebagai bentuk disiplin,” katanya.

Terpisah, Dandim 0603 Lebak Letnan Czi Ubaidillah saat dikonfirmasi tidak banyak berkomentar. “Terkait masalah ini silakan tanya langsung saja ke bagian Penerangan Pangdam (Pengdam) Siliwangi,” katanya singkat.

Sementara itu, Pangdam III Siliwangi Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Muhammad Herindra angkat bicara soal pencopotan Letkol Czi Ubaidillah dari jabatannya sebagai Dandim 0603 Lebak. Pangdam mengatakan, hukuman tersebut diberikan kepada Ubaidillah karena latihan bela negara tersebut dilakukan tanpa melalui prosedur.

"Telah ada latihan bela negara oleh Kodim Lebak. Kegiatan itu tidak melalui KSOP yang benar (melanggar prosedur-red), maka saya ambil langkah mencopot Dandim Lebak. Seharusnya, Dandim meminta izin ke Danrem, setelah itu Danrem ke saya," tegas Pangdam Mayjen Herindra, usai serah terima jabatan (sertijab) Danrem 064/Maulana Yusuf (MY) Banten, di Alun-alun Serang, Kota Serang, Senin (9/1).

Menurut Herindra, bela negara bisa dilakukan oleh setiap warga negara, termasuk oleh LSM. Namun LSM yang pro Pancasila, pro NKRI, pro UUD 1945, dan pro kemajemukan. "Saya akan mempertimbangkan ormas-ormas yang tidak pro NKRI," jelasnya.

Pangdam mengaku telah memeriksa Dandim 0603 Lebak Letkol Czi Ubaidillah, namun masih bersifat pemeriksaan sementara. Namun, Pangdam memastikan sudah ada pengganti Letkol Czi Ubaidillah. "Besok (hari ini-red) ada pejabat yang baru," katanya.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat diwawancara wartawan mengatakan bahwa hal itu sepenuhnya menjadi hak dan kewenangan Kodam III Siliwangi."Kita (pemkab-red) mengikuti prosedur pimpinannya saja. Nanti siapa pun yang akan ditempatkan di Lebak, kita siap sinergi," ujarnya agenda dan di lokasi yang sama.

Menurut Iti, latihan bela negara tersebut merupakan permintaan langsung dari FPI, kemudian direspon oleh Kodim Lebak. Iti mengatakan, Pemkab Lebak pada dasarnya mendukung kegiatan apapun yang diselenggarakan oleh masyarakat, selama tidak merusak kesatuan NKRI. (fadillah/satibi/rahmat)

Beri komentar


Security code
Refresh