Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 634 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 435 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 545 | Komentar

Baca


Enam Peserta Cabutan Dicoret


SERANG –
Sekda Provinsi Banten Ranta Soeharta memastikan pelaksanaan MTQ XIV tingkat Provinsi Banten tidak diikuti oleh peserta dari luar Banten. Pasalnya, pihak panitia menerapkan sistem elektronik MTQ (e-MTQ) saat menerima pendaftaran peserta. Hasilnya ada enam peserta dari luar daerah yang turut didaftarkan menjadi qar-qariah dicoret oleh panitia.

Ranta menjelaskan, dengan diterapkannya sistem e-MTQ pelanggaran yang dilakukan oleh kabupaten/kota terkait peserta dapat diantisipasi. “Gak ada (peserta cabutan-red), sekarang MTQ itu pakai e-MTQ, jadi kemarin terhapus enam peserta pada hari-hari terakhir. Yang menerapkan e-MTQ untuk tingkat provinsi kita yang pertama kali di Indonesia. Jadi sangat kecil kemungkinan adanya peserta cabutan, kecuali barangkali ada yang ngakalin,” kata Sekda yang enggan menyebutkan peserta terhapus yang dimaksud, Senin (17/4).

Ia menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat Banten yang telah berpartisipasi untuk meramaikan kegiatan pawai taaruf yang digelar di Kecamatan Cinangka kemarin. “Tadi (kemarin-red) kita mengikuti rangkaian pawai taaruf yang diikuti ribuan orang dari berbagai kota/kabupaten. Tadi (kemarin -red) yang paling panjang yaitu dari Kota Tangerang dan Kabupaten Serang. Ini semangat yang harus terus digelorakan di Provinsi Banten,” harapnya.

Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mengatakan, sebagai tuan rumah MTQ XIV Provinsi Banten, pihaknya berharap dapat meningkatkan perekonomian di Kabupaten Serang selain menargetkan menjadi juara umum. “Kabupaten serang sudah lima kali jadi juara, tiga kali berturut-turut dan sudah mendapatkan piala tetap. Pada MTQ sekarang kafilah Kabupaten Serang tidak pernah surut untuk menjadi juara umum kembali,” kata Tatu.

Ia menjanjikan reward kepada para peserta kafilah Kabupaten Serang jika dapat meraih juara umum. “Kabupaten Serang kalau juara satu mereka sudah tahu, selain reward yang resmi dari pemkab ada juga dari bupati, wakil bupati dan dari ketua dewan. Rewardnya uang tunai, kalau juara umum biasanya Rp100 juta. Pasti semua peserta jadi lawan berat, karena masing-masing daerah sudah menyiapkan dengan matang,” jelasnya.

Berbeda dengan Tatu, Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban mengaku tidak muluk-muluk terkait prestasi yang ingin dicapai pada pelaksanaan MTQ Tahun ini. “Ibu bupati sebenarnya pingin di posisi tiga, tapi insya Allah diposisi empat aja dulu. Persiapan kita sudah cukup dan baik, insya Allah performance kita bakal the best. Untuk peserta murni semua asli dari Kabupaten Pandeglang tidak ada yang dari luar,” kata Tanto.

Semenentara itu, kemarin, rangkaian MTQ XIV Provinsi Banten dimulai dengan diawali pawai taaruf yang diikuti oleh ribuan orang di Kecamatan Cinangka. Kendaraan hias dan berbagai kesenian memeriahkan pawai yang panjangnya mencapai dua kilometer tersebut. (tanjung)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir