Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 11 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 68 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 98 | Komentar

Baca


Serapan Anggaran Triwulan I Rendah


SERANG
- Serapan anggaran (APBD) Provinsi Banten pada triwulan I (Januari-Maret) tahun anggaran 2017 sangat rendah. Capaiannya hanya 20 persen dari pagu APBD murni 2017 sebesar Rp 10,349 triliun. Capaian realisasi anggaran ini lebih rendah dibanding tahun 2016 yang mencapai 33-35 persen.

"Sebenarnya sih sudah cukup bagus ya, tetapi memang masih di bawah tahun kemarin. Tahun lalu triwulan I itu 33 sampai 35 persen," ujar Sekda Banten Ranta Soeharta usai rapat evaluasi realisasi APBD 2017 di Ruang Transit Pendopo Gubernur, KP3B, Kota Serang, Selasa (18/4).

Ranta menjelaskan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Di antaranya karena ada perubahan OPD (organisasi perangkat daerah) baru, struktural OPD baru, perubahan kas daerah (kasda) dari Bank bjb ke Bank Banten, serta APBD Banten yang disahkan Mendagri pada 11 Januari 2017.

"Kalau tahun 2016 kan kondisinya normal, jadi lebih bagus. Kalau tahun ini 11 Januari pengesahan dari kemendagri, diproses sebentar dan bersamaan dengan pengukuhan OPD. Itu praktis di minggu ketiga Februari APBD baru jalan, artinya kalau dihitung baru 2 bulan ini," ujarnya.

Ranta menganggap serapan rendah ini masih wajar, apalagi kondisi ini tidak hanya dialami di Banten saja, namun juga daerah lain. "Sama kok daerah lain juga begitu," katanya.Ranta berpendapat, serapan anggaran tinggi bukan jadi tolok ukur SKPD tersebut dikatakan baik. "Sekarang bukan ukuran bahwa dengan realisasi besar itu menjadi baik. Tadi SKPD sudah ditekankan agar kejar serapan di kuartal ke dua," imbuhnya.

Keterangan berbeda disampaikan Penjabat Gubernur Banten Nata Irawan. Diwawancara wartawan, Nata mengaku realisasi APBD pada triwulan I ini baru mencapai 13 persen. "Belum capai target, kita baru nyampe 13 persen. Tapi memang pelaksanaan APBD mundur sekitar 2 bulan. Kami sudah ingatkan agar lebih giat lagi, memacu kinerja, sehingga serapan di akhir bisa maksimal," ujar Nata.

Menurut  Nata, rendahnya serapan anggaran tersebut masih wajar, sebab penetapan APBD di Kemendagri pada 2017 sempat terlambat. "Menurut saya masih dalam batas toleransi. Waktu itu juga kan karena penempatan personel, kemudian OPD baru. Mudah-mudahan ini ada yang proses SP2D, kalau seminggu ini dikejar serapan lebih tinggi," tuturnya.

Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun dari data Biro Administrasi Pembangunan (Adpem) Pemprov Banten, realisasi keuangan triwulan I tahun anggaran 2017 hanya mencapai 9,93 persen atau Rp 1,027 triliun dari pagu Rp 10,349 triliun. Capaian ini masih belum mencapai target Rp 2,297 triliun di triwulan I. Sedangkan realisasi fisik sebesar 14,98 persen dari target 21,33 persen. (rahmat)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir