Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 112 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 157 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Obat Penenang Laku Keras di Kalangan ABG


SERANG
- Satuan Reserse Narkoba Polres Serang menangkap Rz (22), pemilik toko kosmetik di Kampung Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang karena kedapatan memiliki 4.104 obat penenang berbagai merek.

Selain obat penenang, polisi juga mengamankan uang hasil penjualan obat Rp3.160.000. Kasus penjualan obat keras yang dijual bebas di masyarakat itu terungkap dalam razia yang dilakukan Polres Serang di Tanara dan Ciruas, Minggu (16/4).

Dari razia tersebut, polisi mengamankan obat jenis Tramadol warna putih sebanyak 2.088 butir, Heximer warna kuning 2.016 butir, dan uang hasil penjualan obat Rp3.160.000 di Kecamatan Tanara. Sedangkan di Ciruas sebanyak 143 botol miras berbagai macam merek dengan kadar alkohol lebih dari 30 persen.

Di Ciruas, polisi mengamankan Rm (50) warga Nambo, Kecamatan Ciruas, sebagai pemilik ratusan botol miras berkadar alkohol tinggi. Polisi menduga, Rz dan Rm sengaja mengambil posisi dagang di wilayah pedesaan agar tidak terendus petugas.

"Pelaku menjual obat-obat ini tidak dengan menggunakan resep dokter. Terkait dugaan penyalahgunaan obat, yang bersangkutan sudah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Kasatnarkoba Polres Serang AKP Nana Supriatna, kemarin.

Menurut Nana, Rz dijerat pasal 196 jo 197 Undang-Undang nomor 36 tentang Kesehatan dan terancam hukuman 10 tahun penjara serta denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara, karena mengedarkan obat tanpa resep. "Tersangka terbukti melanggar standar dan atau persyaratan keamanan dan dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan edaran farmasi yang tidak memiliki ijin," ujarnya.

Sedangkan untuk pengedar miras, Nana mengungkapkan pelaku telah melanggar Permendagri Nomor 6 tahun 2015 dan Perda Kabupaten Serang Nomor 5 tahun 2006 tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat.

Sementara itu, Rz mengaku, pelanggan obat-obatan tersebut mayoritas anak-anak muda dan pelajar. Setiap transaksi, pelanggannya menggunakan bahasa kode. Untuk Eximer kodenya EX, Tramadol kodenya TM, dan CP untuk campuran. "Ada dua jenis obat dan kualitas, untuk yang biasa dijual Rp 10 ribu per 10 butir dan Rp20 ribu untuk KW (kwalitas) 1," katanya.

Dari penjualan dua jenis pil tersebut, pendapatan Rz cukup besar. Setiap pekan, ia bisa meraup omset Rp2 juta hingga Rp3 juta. Obat itu sendiri diperoleh tanpa merogoh kocek dari modal usaha.  "Saya cuma disuruh jual, kalau sudah laku saya setor sama yang punya," ujarnya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh