Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 112 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 157 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Air Minum Tak Ada, Lokasi Lomba Terlalu Jauh


SERANG
– Penyelenggaran MTQ XIV tingkat Provinsi Banten yang digelar di Kecamatan Anyer dan Cinangka dikeluhkan sebagian kafilah, karena dinilai kurang maksimal dalam pelaksanaannya. Salah satu diantara yang dikeluhkan peserta yaitu tidak tersedianya air minum di lokasi perlombaan, sehingga untuk minum peserta harus menunggu kiriman dari kafilahnya masing-masing.

Salah seorang rombongan yang mengaku berasal dari kafilah Kota Serang menilai, dari hari pertama pelaksanaan MTQ, banyak hal yang tidak diantisipasi oleh panitia. “Kemarin hari pertama terjadi macet panjang, terus tadi (kemrin-red) di lokasi perlombaan tidak disediakan air minum oleh panitia, walaupun untuk minum dan makan sudah jadi tanggung jawab kabupaten/kota masing-masing,” ujar pria yang tidak mau disebutkan namnaya itu, Selasa (18/4).

Ia juga mengeluhkan lokasi perlombaan yang jaraknya cukup jauh dan sebagian lokasi perlombaan berada di sisi jalan raya, sehingga mengganggu konsentrasi peserta. “Kalau menurut saya untuk lokasi dekat dengan Hotel Marbella ini saja, karena kan rata-rata kafilah nginapnya di sekitar sini, tapi ternyata hampir semua lokasi perlombaan ada di Cinangka. Terus juga ada lokasi perlombaan di samping pasar, itu kan cukup mengganggu,” tuturnya.

Sekretaris LPTQ Kabupaten Serang Ahmad Satiri mengatakan, tidak disediakannya air minum di lokasi perlombaan karena semua konsumsi menjadi tanggung jawab kafilah masing-masing. “Terkait konsumsi kita hanya menyediakan untuk dewan hakim, tapi kita sebagai tuan rumah siap menyediakan bagi para peserta pada hari-hari berikutnya. Ini masukan yang bagus kami panitia,” kata Satiri.

Namun demikian, Kabag Kesra Pemkab Serang itu menuturkan, untuk urusan konsumsi pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak ketiga. “Seperti kemarin (17/4) banyak peserta pawai dari kita (Kabupate Serang-red) yang mengeluh juga karena makan sempat telat datangnya, karena terjebak macet. Kalau untuk lokasi kegiatan sudah disetujui oleh panitia provinsi. Yang jelas pesan ibu bupati (Rt Tatu Chasanah-red) kami diminta memberikan pelayanan yang maksimal,” paparnya. (tanjung)

Beri komentar


Security code
Refresh