Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 364 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 274 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 350 | Komentar

Baca


Imbas DKI, Banten Siaga I


SERANG
- Ketegangan politik yang terjadi di DKI Jakarta menjelang pencoblosan pilkada putaran kedua hari ini berimbas ke Banten. Status keamanan Banten ditingkatkan menjadi siaga I dan sejak kemarin polisi disebar dimana-mana.

Petugas polisi dengan senjata lengkap menjaga ketat seluruh gerbang tol di Banten untuk mencegat massa dari Banten yang kemungkinan ikut mengawasi tempat pemungutan suara (TPS) di Jakarta. 
"Sesuai dengan instruksi Kapolri, massa luar daerah diimbau tidak datang ke Jakarta. Dan selama pelaksanaan pilkada DKI Jakarta, Banten masuk dalam status siaga I," kata Kapolres Serang Kota AKBP KOmarudin, Selasa (18/4).

Komarudin menjelaskan, pencegahan massa dari luar Jakarta untuk mencegah konflik dan kemungkinan gangguan keamanan serta ketertiban umum."Kita antisipasi terjadinya konflik di sana. Karena tidak semua warga Jakarta suka dengan kedatangan warga luar daerah Jakarta.

Dan TPS tidak perlu dijaga oleh orang luar Jakarta, karena disana sudah ada petugas yang lebih berwenang," tambahnya.Dalam penjagaan ini, Komarudin menerjunkan sedikitnya 209 petugas dari Polres Serang Kota kemudian ditambah dari Brimob dan Sabhara Polda Banten."Kemarin sudah 409 anggota kita sebar dan hari ini kita mendapatkan tambahan satu kompi anggota brimob dan 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi) anggota Sabhara," ungkapnya.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Banten Kombes Pol Aan Suhanan kemarin memantau langsung penjagaan di pintu tol Serang Timur. Ia mengatakan, anggota gabungan dari Polda Banten dan Kodim 0602/Serang malakukan operasi penyekatan massa dari Banten yang akan ke Jakarta. Penyekatan juga dilakukan di sejumlah titik jalur arteri.

“Alasan kita melakukan penyekatan ini karena kita harus mengantisipasi hal ini, karena kita adalah daerah penyangga Ibu Kota, sehingga tidak ada mobilisasi massa ke Jakarta,” kata Aan Suhanan ditemui di Gerbang Tol Serang Timur, Selasa (18/4).

Hingga kemarin, pihaknya belum menerima informasi akan ada mobilisasi massa dari organisasi masyarakat (Ormas) maupun yang lain yang akan ke Jakarta. “Ada mungkin satu dua, tapi kita lakukan penggalangan di masyarakat agar tidak ikut ke Jakarta. Kalau mau mengikuti jalannya Pilkada Jakarta cukup melalui media televisi, maupun media sosial,” katanya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menganggap pengerahan massa dari luar kota untuk mengawal Pilkada DKI Jakarta tidak perlu dilakukan. Dia meminta para pemilih yang telah datang mencoblos untuk pergi lagi ke tempat pemungutan suara (TPS) pada siang hari ini (19/4). Tujuannya, untuk melihat dan mengawal langsung proses penghitungan suara. Sesuai jadwal penghitungan suara itu dilakukan setelah pukul 13.00.

"Kalau sudah (datang lagi ke TPS, red) itu tidak perlu ada maklumat lagi. Karena kalau orang dari daerah lain masuk ke Jakarta kan sepertinya tidak percaya orang Jakarta," ujar JK di kantor wakil presiden kemarin (18/4).

Maklumat tersebut berkaitan dengan rencana pengerahan masa dari luar kota ke Jakarta untuk mengawal hasil pemungutan suara. Polda Metrojaya, KPU DKI Jakarta, dan Bawaslu DKI Jakarta sampai membuat maklumat untuk pelarangan pengerahan masa tersebut.

Lebih lanjut, JK menuturkan dari sekitar 300 pemilih di tiap TPS itu setidaknya ada seratus orang yang perlu ikut memantau. Kondisi itu tentu akan membuat penghitungan suara itu sudah ramai. Tidak perlu ada lagi orang dari luar Jakarta yang ikut-ikutan melihat perhitungan suara.

Total DPT DKI Jakarta sebanyak 7.218.280 orang. Mereka akan menyoblos di 13.023 TPS. JK berharap ada sekitar setengah dari pemilih itu datang lagi ke TPS pada saat pemungutan suara. "Kalau datang dari luar (Jakarta, red) nanti tidak mendukung, tapi nanti malah jadi masalah justru," ungkap JK.

Dia dan Mufidah Jusuf Kalla terdaftar sebagai pemilih di TPS 03 Jalan Brawijaya Raya, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pada putaran pertama 15 Februari lalu JK juga mencoblos di TPS yang sama.

JK mengingatkan  warga Jakarta yang memiliki hak pilih untuk datang ke TPS dengan gembira dan penuh optimisme. Warga juga bebas memilih secara demokratis, adil, dan jujur. Dia juga mengharapkan petugas bisa menjalankan tugasnya sesuai ketentuan. "Supaya jangan menimbulkan masalah-masalah dan konflik-konflik di antara kita sendiri," ungkap dia.

Menag Lukman Hakim Saifuddin menyerukan supaya umat beragama menahan diri memasuki Pilkada DKI Jakarta hari ini. Dia berharap umat beragama dapat menyalurkan hak suaranya dalam suasanya yang tenang.

Dia menjelaskan esensi dalam Pilkada DKI Jakarta adalah menhgadapi perbedaan. Lukman menyatakan pilkada adalah pertarungan politik. Pemenangnya adalah yang mendapat suara masyarakat terbanyak. "Segala perbedaan selama ini harus diselesaikan," katanya.

Lukman menjelaskan siapapun yang menang dalam coblosan hari ini harus berjiwa besar. Selain itu juga wajib mengayomi seluruh masyarakat. Kepada pihak yang kalah, termasuk pendukungnya, diharapkan bisa legawa. "Bersama-sama mendukung yang menang," katanya.Dia menegaskan pilkada jangan sampai menjadi pemutus tali persaudaraan umat beragama. "Setajam apapun perbedaannya, jangan sampai tali persaudaraan terputus?" katanya.

Terkait dengan kabar pengerahan massa, Lukman berharap masyarakat bisa menjaga diri. Dia menyerukan supaya publik menyerahkan urusan pengamanan dan pengawasan ke pihak yang berwenang. Baik itu ke aparat polisi, TNI, Bawaslu DKI Jakarta, bahkan kepada masing-masing tim saksi kandidat gubernur.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Mabes Polri Brigjen Rikwanto mengungkapkan bahwa hingga saat ini dari pantauan kepolisian memang belum ada rombongan yang berencana masuk ke Jakarta terkait pilkada. ”Belum ada kok,” jelasnya.

Pemeriksaan terhadap rombongan yang akan masuk ke Jakarta memang sudah dilakukan. namun, rombongan itu bukan terkait pilkada ke Jakarta. ”Jadi tetap boleh masuk ke ibukota,” terangnya. (darjat/rbnn/jpg)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir