Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 231 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 294 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 249 | Komentar

Baca


Mampu Menyatukan Energi Positif Masyarakat


PANDEGLANG -
Nama Persipan (Perserikatan Sepak Bola Indonesia Pandeglang) sudah tak asing lagi di telinga penghobi sepak bola di Banten bahkan nasional. Soalnya klub milik Pemkab Pandeglang ini era tahun 90 an sempat bertengger di Divisi II PSSI dan aktif mengikuti kompetisi sepak bola kelompok umur seperti Piala Haornas, Soeratin, dan kompetisi lainnya.

Bukti kejayaan Persipan adalah adanya Stadion Badak yang megah berstandar internasional dengan kapasitas 15 ribu penonton yang berlokasi di Kampung Kuranten, Kelurahan/Kecamatan Majasari atau 5 km dari Puspemkab Pandeglang. Stadion Badak ini dibangun saat Pandeglang dipimpin H Yitno, bupati yang terkenal gila bola dan mantan Ketua Umum PSSI Banten.

Konon, sebelum Pemkab Bandung membangun Stadion Si Jalak Harupat tahun 2003 silam, Stadion Badak yang dibangun tahun 1996 lampau sudah tercatat sebagai satu-satunya stadion terbaik di Jawa Barat karena lapangannya empuk dan standar internasional serta memiliki fasilitas penunjang yang baik seperti mess pemain dan bangunan toko serta akses jalan yang memadai.

Keberadaan Stadion Badak saat itu berbanding lurus dengan prestasi klub Persipan di kancah persepakbolaan regional Jawa Barat khususnya. Bahkan, klub milik Pemkab Pandeglang ini beberapa tahun pernah berada di Divisi II PSSI dan selalu dieluk-elukan fans panatiknya dengan julukan Laskar Ujung Kulon dan Badman (badak mania).

Dalam sejarahnya, di jaman Bupati Yitno tercatat ada 60 klub sepak bola yang bernaung di PSSI Pandeglang dan aktif dalam kompetisi yang dinamai Liga Badak. Namun sayangnya, eksistensi Persipan di liga PSSI meredup seiring dengan beralihnya kepemimpinan Kabupaten Pandeglang kepada HA Dimyati Natakusumah serta adanya larangan penggunaan APBD untuk sepak bola.

Kendati Persipan di era Dimyati tetap eksis di kompetisi-kompetisi regional Banten, namun prestasi klub ini kurang menggembirakan dan membuat dukungan masyarakat meredup bahkan antipati. Di era Bupati H Erwan Kurtubi yang juga Ketua Persipan hingga kini, klub-klub sepakbola Pandeglang tak terkeculi Persipan benar-benar kolaps dan prestasinya tak pernah terdengar walau di tingkat regional.

PSSI sebagai lembaga payung klub pun mati suri kendati setiap tahun mendapatkan suntikan dana hibah dari Pemkab melalui KONI setempat. Dalam situasi ini, banyak bibit pesepakbola asal Pandeglang hijrah ke luar Pandeglang dengan harapan bakatnya tersalurkan dan para praktisi sepak bola lokal banting stir ke bidang lain.

Di awal kepemipinan Bupati Irna Narulita dan Wakil Bupati Tanto Warsono Arban, kebangkitan Persipan masih menjadi mimpi penghobi sepak bola di Pandeglang dan masyarakat pada umumnya. Namun di tengah situasi ini, awal Maret 2017 beberapa penghobi sepak bola di Pandeglang seperti Suhaedi (staf Dinas Pemuda dan Olahraga) Pandeglang, Pulung Supardi (guru honor di SMAN 3 Labuan) dan penulis sendiri mencoba menginisiasi untuk membawa Persipan berkompetisi di Liga Nasional U-17 regional Banten. 

Dengan dana patungan, dilakukanlah seleksi pemain yang saat itu diikuti sedikitnya 150 orang dari sejumlah kecamatan di Pandeglang dan ada juga pemain-pemain yang sengaja diundang penulis dari sejumlah SSB cukup ternama di Indonesia, pemain diklat sepak bola di Jawa barat dan DKI Jakarta.

Dengan pemberitaan di Banten Raya dan beberapa media lainnya, penulis terus melakukan promosi dan mencoba membangkitkan semangat masyarakat Pandeglang untuk sama-sama mendukung Persipan. Awalnya, upaya membentuk tim Persipan U-17 kurang mendapatkan respons karena masyarakat Pandeglang bosan dan antipati dengan Persipan yang tak pernah menunjukkan prestasi. Kesulitan juga kami hadapi saat akan menggunakan Stadion Badak karena setiap berlatih harus membayar.

Dengan jerih payah dan semangat untuk membangkitkan kembali Persipan, masa-masa sulit itu berhasil dilewati dan Tim Soeratin terbentuk dengan berkekuatan 30 pemain. Kemudian komposisi tim pelatih yakni Direktur Teknik Muhardi pembina salah satu SSB di Jakarta juga mantan pemain Timnas dan pemegang lisensi A FIFA, pelatih kepala Suhaedi mantan pemain Persipan era 90 an pemegang lisensi C

PSSI, dan ofisial yang merupakan beberapa anggota DPRD yang punya perhatian terhadap kehadiran Tim Persipan U-17 seperti Hadi Mawardi anggota Komisi IV, dan Erin Fabiana Anshorie wakil ketua DPRD dan beberapa orang tua pemain. Bersama tim pelatih, mereka yang membidani lahirnya Persipan U-17 sepakat menunjuk Kepala Dispora Pandeglang Mohamad Amri sebagai manajer didampingi Hadi Mawardi sebagai asisten manajer.

Tanggal 26 April 2017 penulis membawa seluruh pemain dan pelatih untuk discreening oleh PSSI Banten sebagai syarat untuk bisa tampil di Lignas U-17 Regional Banten. Hasilnya semua pemain lolos dan diperbolehkan menggunakan bendera Persipan. Menjelang pertandingan bergulir, Tim Persipan U-17 masih didera kesulitan pendanaan dan biaya akomodasi serta makan minum pemain.

Sementara ajuan dana yang disampaikan ke PSSI tidak bisa diproses karena kepengurusan PSSI sudah berakhir setahun silam dan harus ada perubahan. Untungnya beberapa pihak yang punya perhatian terhadap Persipan termasuk majemen secara swadaya bahu-membau membantu kebutuhan tim dan beberapa perusahaan swasta diminta menyumbangkan kaos untuk bertanding salah satunya Pandeglang Raya Group, Harian Umum Banten Raya, STISIP Banten Raya.

Dengan harapan bisa tampil maksimal, menjelang dan selama kompetisi  para pemain ditempatkan di rumah khusus layaknya mess pemain. Tujuan penempatan pemain dalam satu rumah ini agar terbangun rasa kebersamaan dan kekompakan.

Dengan modal ini, Persipan U-17 mampu mengarungi kompetisi dengan mulus berhasil jadi juara grup A dengan serta tidak pernah terkalahkan. Di penyisihan Grup, Persipan menang 2-0 atas Bantara SC, menang dari Persira Lebak 2-0, menang dari Persikota 3-2 juga menang dari Serang Jaya 1-0.

Prestasi mentereng Persipan memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Pandeglang dan energi positif mengalir ke Persipan. Ini dibuktikan dengan berdatangannya masyarakat dari berbagai kecamatan untuk mendukung langsung Persipan saat bermain termasuk dari anak-anak muda yang mengatasnamakan Laskar Ujung Kulon, Badman, dan Richno.

Teriakan-teriakan semangat bergemuruh selama penyisihan bahkan para pemain diarak ke Alun-alun Pandeglang saat memastikan diri melaju ke babak lanjutan. Di media sosial, Persipan pun mendapat pujian dan dukungan moril serta doa agar menjadi cikal bakal kebangkitan Persipan dimasa yang akan datang.

Bupati Pandeglang Irna Narulita juga memberikan perhatian kepada para pemain dengan menyempatkan hadir menyaksikan pertandingan diikuti sejumlah pejabat Pemkab Pandeglang.  Secara tenaga dan pemikiran, perjuangan Persipan U-17 semakin ringan karena dengan sukarela sejumlah kalangan mau terlibat mengurusi tim.

Kini, Persipan U-17 masih harus berjuang di babak penentuan Liga Nasional U-17 Regional Banten. Tim asuhan Suhaedi ini mampu melewati rintangan pertama dengan menhempaskan tim yang disokong anggaran besar yakni Persitangsel 3-2 di Stadion Heroik Group 1 Kopassus Serang, Minggu (14/5) kemarin. Untuk menggapai tangga juara tentu tidak lah mudah kaerna Persipan akan menghadapi dua klub ternama yakni Persita Tangerang pada Selasa (16/5) dan Bantara SC pada Sabtu (19/5) mendatang.

Terlepas dari prestasi menggembirakan Tim Persipan U-17, masyarakat Pandeglang berharap sepak bola di Pandeglang ke depan kembali bangkit menjadi wadah untuk menyalurkan hobi dan bakat yang memberi dampak positif pada kemajuan daerah dan kesejahteraan warganya. Diperlukan keseriusan semua pihak termasuk partisipasi aktif dan nyata Pemda Pandeglang.

Manajer Persipan U-17 Muhamad Amri mengatakan bangga dengan perjuangan para pemain selama kompetisi. “Banyak sekali keterbatasan dan kami tidak mampu berbuat banyak. Namun semangat dan tekad pemain dan pelatih yang mendambakan Persipan bangkit lebih besar lagi. Mudah-mudahan ini menjadi momentum tepat kebangkitan sepak bola Pandeglang dan semua cabang olahraga pada umumnya di Pandeglang,” kata Amri diamini asisten manajer Hadi Mawardi. (Muhaemin)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir