Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 247 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 270 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 701 | Komentar

Baca


Tarif Kapal Naik, Pelayanan Begitu-begitu Saja


CILEGON
- Kenaikan tarif kapal penyeberangan Merak-Bakauheni telah diberlakukan mulai kemarin. Meski demikian, janji peningkatan pelayanan di atas kapal belum terlihat seperti yang digemborkan sebelumnya.

Beberapa pengguna jasa layanan penyeberangan antar pulau melalui Pelabuhan Merak mengaku pelayanan masih seperti biasa.Verayana, penumpang kapal KMP Windu Karsa Pratama mengatakan, pelayanan di atas kapal masih menyebalkan.

Salah satunya adalah soal toilet yang yang kotor. Selain itu, musala kapal juga kondisi kebersihannya cukup memprhatinkan. “Pramugarinya juga jangan jutek ya. Saya tadi (kemarin -red) ada sirine di kapal bunyi, kita kan khawatir pas tanya pramugari ada apa malah dijutekin bukan dijelasin bunyi sirine karena apa,” keluhnya.

Abdul Mukti, penumpang kapal KMP Windu Karsa Pratama dari Bakauheni mengatakan, waktu tempuh kapal yang ditenggat dua jam terpenuhi. Hanya saja pelayanan lain di atas kapal masih kurang. “Kalau bisa sih jangan dua jam tapi lebih cepat lagi, kadang kapal juga berhenti di tengah mungkin nunggu dermaga kosong,” cetus pria asal Kalianda yang hendak ke Cilacap Jawa Tengah tersebut.

Sementara itu, kemarin saat memantau kesiapan arus mudik Lebaran 2017, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Tonny Budiono menemukan beberapa kekurangan pada alat keselamatan kapal. Kapal yang ditinjau langsung Tonny Budiono adalah KMP Sebuku milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

"Kalau dari hasil petik tadi ada beberapa yang kurang seperti gambar (petunjuk di dalam kapal -red), kru kapal juga masih kurang sigap jika terjadi keadaan darurat. Idealnya kru kapal dilatih sebulan sekali untuk mengatasi masalah saat darurat,” pinta Tonny.

Ia mengatakan, dari beberapa kapal yang sudah dilakukan pengecekan, kelaiklautan kapal dianggap sudah siap. Hanya membutuhkan pembenahan yang tidak begitu banyak. Sehingga kapal bisa beroperasi semua saat musim mudik Lebaran 2017. "Kalau secara keseluruhan itu 100 persen dari 1.268 (kapal penyeberangan -red), kita sudah cek 1.342 sudah siap (untuk arus mudik Lebaran 2017 -red),” ungkapnya.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak Tommy Kaunang mengakui kru kapal masih kurang latihan, maka pihaknya akan segera mengoptimalkan hal tersebut. Meski begitu, untuk sarana keselamatan telah terpenuhi dan beroperasi dengan baik.

“Cuma dianggap kurang latihan. Jadi kami akan optimalkan itu. Semua terpenuhi (alat keselamatan -red), semua kapal swasta juga sama. Cuma ya dianggap kurang latihan saja, kurang latihan tanggap darurat, sementara fasilitas ada dan berjalan dengan baik,” katanya..

Tommy menjelaskan, terkait dengan adanya sanksi bagi kapal yang perjalanannya lebih dari dua jam, dirinya sepakat untuk diengkerkan. Bahkan, kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry sendiri sudah ada dua kapal yang dikeluarkan dari jadwal lantaran kecepatannya tidak mencapai 10 knot per mil. “Jatra I itu sudah docking (perawatan -red) dan siap operasi sebentar lagi, Jatra III juga baru naik docking, lebaran sudah bisa operasi lagi. Gitu juga kapal swasta yang lebih dari dua jam,” akunya. (gillang)


Beri komentar


Security code
Refresh