Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 496 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 611 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 489 | Komentar

Baca


WH Lanjutkan 12 Proyek Nasional


SERANG
– Kepemimpinan Wahidin Halim (WH)-Andika Hazrumy sebagai Gubernur dan Wakil Gubenur Banten perioe 2017-2022 sudah dimulai yang ditandai dengan serah terima jabatan (sertijab) dari Pj Gubernur Nata Irawan di Pendopo Gubernur Banten, Senin (15/5). Harapan terealisasinya 12 proyek strategis nasional pun kini ada di pundak mereka.

Pantauan Banten Raya, prosesi sertijab dihadiri oleh sejumlah pejabat di Pemprov Banten sepetri Sekda Banten Ranta Soeharta dan sejumlah pejabat eselon II. Kepala daerah di Banten seperti Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Bupati Pandeglang Irna Narulita, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Bupati Tangerang Zaki Iskandar, dan Wakil Walikota Serang Sulhi Choir turut hadir.

Tak ketinggalan pesaing WH-Andika di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief ikut menyaksikan acara tersebut.Nata Irawan dalam sambutannya mengatakan, Banten merupakan wilayah yang potensial untuk dikembangkan karena selain sebagai penyangga ibukota tapi juga jalur lalu lintas Sumatra-Jawa. Banten juga memiliki sumber daya alam di darat dan di laut yang melimah namun belum tergarap dengan optimal.

“Banten juga merupakan satu dari lima provinsi yang memiliki APBD terbesar dalam dua tahun terakhir. Tercatat APBD Banten 2016 senilai Rp 9,3 triliun dan 2017 kurang lebih Rp 10,6 triliun,” ujarnya.
Ia menuturkan, dengan modal tersebut maka kepala daerah yang baru harus bisa memperhatikan Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Di Banten sendiri terdapat 12 proyek strategis nasional.

Rinciannya, pembangunan Tol Serang-Panimbang, Tol Kunciran-Serpong, Tol Serang-Cinere, dan Tol Serpong-Balaraja. Belum lagi proyek kereta api ekspres Soekarno Hatta (Soetta)-Sudirman, Bandara Banten Selatan Panimbang dan pembangunan lantai 3 Bandara Soetta.

Kemudian pembangunan transmisi interkoneksi Sumatra-Jawa, Waduk Karian, Waduk Sindahheula, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung serta percepatan infrastruktur transportasi, listrik, dan air bersih untuk kawasan strategis pariwisata nasional Tanjung Lesung. “Semoga mampu mengemban tugas dengan penuh pengabdian dan tanggung jawab,” katanya.

Rano Karno yang hadir kemarin sangat yakin bahwa WH berpengalaman dan paham betul tentang pemerintahan karena memiliki sejarah panjang sebagai birokrat. Oleh karena itu dia meyakini sosoknya bisa melanjutkan program pembangunan di Banten khususnya 12 proyek strategis nasional dari pemerintah pusat. “Semoga bisa melanjutkan dari perencanaan besar tentang proyek nasional. Menjadi penyelamat tugas ke depan. Tugas ini bukan tugas mudah, harmonisasi dengan pemerintah pusat mohon dilakukan, kalau tidak, akan sulit mewujudkan itu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Rano pun mengungkapkan kesediaannya jika diperlukan. "Mudah-mudahan kalau memang diperlukan membantu, Saya siap membantu," tuturnya.Disinggung mengenai aktivitasnya usai pilkada dia mengaku, akan kembali menekuni dunia perfilman serta membantu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. "Istirahat dulu deh. Rencana barang kali syuting lagi, Si Doel lagi. Tapi kita pantau-pantau saja. Saya kembali ke DPP dulu sementara," katanya.

Ditemui usai sartijab, WH memastikan akan mengawal 12 proyek strategis nasional tersebut. Dia pun berharap, terjadi rekonsiliasi dan bersama-sama membangun Provinsi Banten agar lebih baik ke depan.
“Kita perlu rekonsiliasi, paling tidak sekarang kita kembali menyatukan hubungan, dan mari kita ikhlaskan untuk membangun Banten yang lebih baik lagi ke depan,” ujar mantan Walikota Tangerang tersebut.
Oleh karena itu, Wahidin berharap bantuan dari semua untuk membangun Banten secara bersama-sama.

WH juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Banten karena efek yang ditimbulkan dalam pemilu. “Kita tinggalkan hiruk-pikuk perbedaan pendapat yang mengisi ruang waktu selama enam bulan ini. Mohon maaf jika masyarakat tergangu. Tujuan kita sama, agar Banten ke depan lebih sejahtera,” tuturnya.

Tak lupa WH juga mengucapkan terima kasih Gubernur Banten pertama hingga terakhir sebelum dirinya yaitu Djoko Munandar, Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno. “Bagaimana pun kita apresiasi beliau karena telah memulai pembangunan di Provinsi Banten,” katanya.

Selain 12 proyek stategis nasional, WH juga memiliki sejumlah catatan yang menjadi perhatiannya. Masalah pertama adalah pendidikan di mana masih terdapat banyak gedung sekolah serta kompetensi guru.

Kemudian di bidang kesehatan terdapat sekitar 630.000 warga miskin yang belum tercover asuransi Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) karena tak mampu membayar iuran. Infrastruktur yang masih jauh dari harapan.

“Belum lagi bicara masalah destinasi budaya, keunikan Banten itu memiliki wisata religi dan menjadi salah satu yang menarik perhatian di Indonesia. Tapi kita belum memberikan fasilitas yang memadai sehingga banyak pungli di beberapa tempat,” paparnya.

Catatan lain yang ditangkapnya adalah soal transportasi di mana Banten harus memiliki sarana transportasi yang murah bukan hanya terpenuhi secara kuantitas. Kemudian masalah disparitas kabupaten/kota di utara dan selatan. “Belum lagi soal potensi pelabuhan, pertanian, kelautan, pengangguran, kemiskinan dan etos kerja para perangkat pemerintah yang harus diorong dari sisi kompetensi. Cukup banyak dan mari kita bersama membangun Banten,” katanya. (dewa)

Beri komentar


Security code
Refresh