Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 600 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 411 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 516 | Komentar

Baca


Tanah Geser, Musala Pindah


RANGKASBITUNG
- Peristiwa tanah bergeser terjadi lagi di Lebak, Senin (15/5). Kali ini di Kampung Cicadas Pasir RT 02/01, Desa Malabar, Kecamatan Cibadak. Akibat kondisi tersebut, satu musala rusak berat, serta konstruksi bangunannya menjadi miring. Khawatir membahayakan keselamatan warga, maka sejak Senin malam musala tersebut tidak digunakan lagi untuk kegiatan ibadah warga setempat.

Kepala Desa Malabar Jubed Pasmi mengungkapkan, pergeseran tanah terjadi pagi hari saat musala kosong dari aktivitas warga yang beribadah.“Saat kejadian ada seorang warga yang melihat gedung musala tersebut bergerak, lalu mengalami kemiringan dan sejumlah konstruksi bangunan musala itu pun mengalami kerusakan,” ungkap Jubed Pasmi, Selasa (16/5).

Jubed mengimbau kepada masyarakat sekitar tidak salat dulu di musala tersebut untuk menghindari kemungkinan buruk. “Sejak beberapa jam setelah bencana pergeseran tanah, saya melarang warga untuk beraktivitas keagamaan di musala itu. Kalau melihat kondisinya sekarang, bukan tidak mungkin bangunan musala itu bisa roboh,” katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Kaprawi yang menerima informasi warga langsung menerjunkan sejumlah tim relawan untuk melihat langsung kondisi tanah di sekitar Kampung Cicadas Pasir.“Tim relawan kami sudah berada di Cicadas Paisr untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kemiringan serta rusaknya bangunan musala di kampung itu,” kata Kaprawi. (hudaya)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir