Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 231 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 294 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 249 | Komentar

Baca


Gunung Anak Krakatau Berstatus Waspada


SERANG
– Aktivitas Gunung Anak Krakatau berstatus waspada dan tidak aman untuk didekati oleh manusia dengan jarak satu sampai dua kilometer.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi POS Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau Deni Mardiono mengatakan, Gunung Anak Krakatau kerap mengeluarkan letusan. “Statusnya waspada sejak tanggal 26 Januari 2012. Untuk kegempaan sampai sekarang masif fluktuatif. Pada tanggal 19 Ferbruari 2017 ada letusan, kita pantau lewat kamera CCTV dan camera DSLR,” kata Deni saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Ia menjelaskan, meski terjadi letusan namun tidak berdampak pada peningkatan status karena letusan yang terjadi cukup kecil dan tidak dapat dilihat secara langsung. “Kejadiannya pada malam hari, dari pukul 18.00 sampai 19.00 WIB, jadi gak ketahuan berapa ketinggian asapnya.

Kalau dari rekomendasi vulkanologi, masyarakat maupun wisatawan baik lokal maupun macanegara sebenarnya saat ini tidak boleh mendekat sejauh satu kilometer. Jadi kalau melihat zona amannya sebenarnya Krakatau gak aman untuk manusia,” ujarnya.

Deni menuturkan, pihaknya hanya memberi rekomendasi kepada para wisatawan yang inginberkunjung ke Gunung Anak Krakatau agar tidak terlalu mendekat karena dapat membahayakan pengunjung. “Zona merahnya kan sejauh 2 kilomter, tapi ada saja wisatawan yang melanggar.

Biasanya wisatawan nyeberang dulu baru ke sini (kantor-red) padahal seharusnya sebelum nyeberang ke sini dulu dihawatirkan sedang ada aktivitas. Kita saja kalau mau nyeberang siap siaga dan memastikan kondisi cuaca,” tuturnya.

Ia mengatakan, pihaknya hanya bertugas mendata yang kemudian dikirim ke vulkanologi di Bandung untuk kemudian diolah dan dievaluasi sebelum menetapkan status. “Yang menentukan status dari pusat. Kita hanya memberi laporan perminggu. Untuk status di Krakatau ini gak pernah sampai ke status awas. Menurut yang sudah-sudah paling siaga, karena saya tugas di sini baru sejak 2010. Semua gunung api dilihat dari kegempaan,” paparnya.

Ia menambahkan, jika dilihat dari aktivitas yang terjadi potensi untuk terjadinya perubahan dari status waspada ke status awas dan siaga cukup kecil. “Erupsi Krakatau ini terjadi biasanya setiap empat tahun sekali, dengan ketinggian asap 305 meter dari permukaan air.

Kita biasa nyeberang satu tahun dua kali, tapi karena sekarang anggarannya sama pemerintah pusat dikurang kita biasa nyeberang satu tahun satu kali. Jarak pos pengamatan ini dengan Krakatau 42 kilometer,” katanya. (tanjung)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir