Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 496 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 611 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 489 | Komentar

Baca


Sebatas Diresmikan Tanpa Ada Penataan


KOTA SERANG -
18 Agustus 2016, Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman meresmikan Kampung Karodangan, Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang sebagai kampung wisata. Namun penetapan kampung wisata itu dinilai tidak dibarengi dengan penataan infrastruktur yang sepadan.

Ingin ke Kampung Wisata Karodangan? Destinasi itu bisa ditempuh sekitar 30 menit dari jantung Kota Serang. Kampung itu bisa diakses oleh kendaraan roda dua ataupun empat dengan mengambil arah dari Alun-alun Kota Serang ke arah lampu merah Ciracas. Sampai sini akses jalan cukup mulus karena dan minim getaran.

Sampai di sana ambil arah ke Kelurahan Sepang dan sebaiknya mulai berkonsentrasi dalam berkendara. Dari titik itu, jalan mulai mengajak pengendara lebih waspada karena banyak lubang jalan yang menanti. Kondisi tidak akan berubah selama kurang lebih 5 kilometer berkendara hingga tiba di kampung wisata tersebut.

Tidak heran bagi yang pertama kali ke sana akan tersasar karena memang tidak ada satu pun petunjuk arah. Begitu pula yang dialami Banten Raya yang harus beberapa kali bertanya ke warga setempat akan keberadaan kampung itu. “Waduh sudah kelewat, harusnya tadi belok di tikungan rumah yang sedang dibangun,” ujar salah seorang warga setempat sambil menunjuk tikungan yang dimaksud.

Wisatawan sepertinya tidak akan sadar bahwa mereka sudah sampai di Kampung Karodangan. Tidak ada gapura selamat yang menerangkan mereka ada di Kampung Wisata Karodangan. Sekali lagi, bertanya pada warga menjadi hal yang ampuh agar terhindar dari tersasar.

Sekilas tidak ada yang unik di kampung wisata ini. Kondisi rumah warga dan segala hal yang ada di sana sama seperti perkampungan pada umumnya termasuk sikap ramah khas penduduk kampung. Sikap bersahabat itu pula yang didapat Banten Raya saat berkunjung ke Ketua RT 02/01 Kampung Karodangan Rasmani.

Setelah perkenalan singkat, Rasmani mengungkapkan bahwa kampung kebanggaannya itu memiliki dua daya tarik hingga akhirnya ditetapkan sebagai kampung wisata. Dua hal itu adalah kuliner dan seni budaya. 

Dari 120 rumah tangga di kampung itu, sekitar 30 diantaranya memproduksi kuliner tradisional seperti arem-arem, bubur sumsum, bacang, gembleng mento, dan makanan jenis lain. Produk itu cukup unggul karena kerap dipesan sejumlah pedagang kuliner tradisional di Ibukota Provinsi Banten. “Di sini hampir 30 rumah memproduksi makanan, selama ini pemasarannya warga keliling ke kompleks-kompleks perumahan dan pedagang di kota,” ujarnya.

Sementara dari sisi seni budaya, di Kampung Karodangan terdapat padepokan seni yang sudah berdiri sejak tahun 2005. “Seninya macam-macam, kaya seni budaya debus, kendang petingtung, dan pencak silat,” katanya.

Di tengah perbincangan, seorang pria mengetuk pintu kediaman Rasmani dan ternyata itu adalah Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Karodangan Masturi yang ingin bertamu. Setelah ngalor-ngidul, Masturi pun ikut berbincang tentang tanah kelahirannya yang telah menyandang status sebagai kampung wisata.

Menurutnya, sejak peresmian sampai saat ini belum nampak perkembangan yang signifikan. Akses jalan sepanjang 5 kilometer dari Ciracas menuju Kampung Karodangan masih berlubang dengan kondisi cukup dalam. Selain itu, di Kampung Karodangan sendiri belum terlihat penataan. Kampung Karodangan hanya terlihat seperti kampung pada umumnya.

Akibatnya, warga mengalami kesulitan untuk mengembangkan kampung wisata karena keterbatasan dana, hingga kini belum ada bantuan bersifat materi untuk mengembangkan kampung tersebut. “Belum ada perkembangan, masa akses jalan kampung wisata penuh lubang. Belum ada bantuan apapun yang diberikan pemkot kepada warga untuk mengembangkan kampung, hanya pembinaan SDM (sumber daya manusia) saja,” ungkapnya.

Tidak heran memang kalau kampung wisata itu belum begitu terkenal karena memang belum banyak wisatawan yang datang. Kalau pun berniat berkunjung mereka akan berpikir dua kali untuk mengendarai kendaraannya ke akses jalan kampung wisata yang dipenuhi lubang. “Kami itu ingin terkenal karena dua keunggulan kami bukan terkenal karena kampung wisata yang penuh lubang jalan,” tuturnya.

Kondisi itu jelas tak memberikan suasana berbeda sebelum atau sesudah ditetapkan sebagai kampung wisata. Akan tetapi, bukan berarti warga hanya bisa merenung. Mereka tetap bersemangat untuk menata kampungnya selayaknya sebuah kampung wisata dan lebih nyaman ketika dikunjungi wisatawan.

Semangat penataan kampung direalisasikan dengan membuat sejumlah saung-saung dengan modal seadanya. “Paling menata seperti membuat saung untuk digunakan wisatawan saat berkunjung, itu yang buat warga dengan gotong royong,” ujar pria berkulit sawo matang tersebut.

Ia berharap, Pemkot Serang tidak setengah hati menjadikan Kampung Karodangan sebagai kampung wisata. Potensi Kampung Karodangan cukup banyak selain kuliner dan seni budaya. Secara geografis, kondisi kampung yang berbukit juga bisa dikembangkan.

Pemkot harus benar-benar serius mewujudkan harapan yang diungkapkan saat peresmian dengan ekspektasi Kampung Wisata Karodangan sebagai alternatif destinasi wisata di Kota Serang. “Harapannya pemerintah dapat serius mengembangkan kampung ini seperti dengan memperbaiki jalan lalu memberikan bantuan untuk pengembangan kuliner dan penataan kampung. Biayanya mahal, tak mungkin dilakukan warga kampung,” pungkasnya.

Pemerintah selalu menyampaikan bahwa meluncurkan program semisal bantuan mandi cuci kakus (MCK) yang paling sulit adalah perawatannya. Mudah-mudahan, pemerintah daerah sendiri tidak melanggar peringatan yang kerap dilontarkannya terhadap Kampung Wisata Karodangan. (JERMAINE A TIRTADEWA)


Beri komentar


Security code
Refresh