Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 849 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 568 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 693 | Komentar

Baca


16 KSO BGD Bermasalah


SERANG-
Manajemen PT Banten Global Development (BGD) melakukan evaluasi atau audit atas kerja sama operasi (KSO) yang ada. Langkah ini diambil untuk menyehatkan kondisi perusahaan BUMD milik Pemprov Banten ini. Sebab, jajaran komisaris dan direksi BGD yang baru dibentuk dari hasil RUPS (rapat umum pemegang saham) luar biasa 2017, mencium adanya masalah pada 16 KSO BGD.

"Ada 16 KSO yang bermasalah. Ini akan dievaluasi. Kalau rugi terus, ya kami delete. Masih banyak (bisnis lain-red) yang antre," ujar Komisaris PT BGD Ayip Muflich didampingi Komisaris Rasid Chaniago saat jumpa pers di kantor BGD, kawasan Kemang, Kota Serang, Selasa (16/5).

Ayip mengatakan, BGD dibawah kepemimpinan komisaris dan direksi lama sudah merencanakan pengembangan proyek dan kerjasama dengan sejumlah pihak. Namun, menurut Ayip, progres rencana bisnis itu belum ada, sebab perusahaan plat merah ini sebelumnya mengalami sejumlah masalah.

"Terlepas dari itu, kami bersepakat, kami akan melangkah lebih dulu untuk mencoba mengetahui kondisi objektif PT BGD. Ada 16 KSO yang berdasarkan informasi yang kami terima, ini masih ada masalah. Oleh karena itu, kami bersepakat, kami kemarin dengan Pj gubernur saat itu sudah melaporkan bahwa, kami akan melangkah terlebih dahulu dengan melakukan audit secara keseluruhan. Kami akan evaluasi, supaya jelas kondisi dan posisi objektifnya BGD," tegas Ayip.

Setelah audit perusahaan yang dilakukan dengan melibatkan auditor independent ini rampung, barulah Ayip dan jajarannya menyusun rencana kerja."Dari sana (audit), kami baru akan bisa melakukan rencana program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Dari sana, kami bisa memulai strategi. Kalau sekarang kami akan berencana dan ambisi ini itu, bohong itu. Enggak mungkin bisa dilakukan, sebelum tahu persis titik awalnya. Jadi percayakan kepada kami, kami akan bedah dulu kondisi perusahaan ini, baru melangkah," jelasnya.

Ayip berjanji akan melaporkan hasil audit tersebut kepada pemprov dan DPRD Banten. "Dalam waktu dekat ini, kami akan melaporkan ini semua ke pemegang saham, dalam hal ini pemprov, dan juga ke DPRD Banten. Kami akan gelar, ini loh potretnya, merah, kuning, hijau, atau pelangi.

Kondisi yang objektif, kami tidak akan tutupi itu semua. Bahwa ini yang berjalan Pak. Bahwa ini yang amburadul Pak. Kami akan sampaikan. Mau diteruskan atau mau didelete. Jadi kami akan lakukan evaluasi yang mendalam," tegasnya.

Ayip mengaku manajemen BGD dibawah pengawasannya akan memaksimalkan potensi yang ada di Banten. Misalnya berencana menyasar kerjasama dengan pelaku UMKM, pariwisata, dan potensi-potensi lain yang ada. Namun hal itu harus diketahui setelah ada hasil evaluasi atau hasil audit. "Harus audit dulu, repot kalau kita tidak tahu titik kondisinya. Untuk saat ini kami belum bisa melangkah, terus terang saja. Bagaimana mau action kalau belum tahu potretnya," jelasnya.

Selain mengevaluasi unit bisnis, Ayip mengungkapkan bahwa jajaran komisaris dan direksi pun akan menata susunan organisasi manajemen dan penataan staf. "Kami ingin menempatkan orang sesuai kompetensinya, yang memang pas pada posisinya. Ini sedang kami analisis, jadi enggak bisa cepet-cepet juga," paparnya.

Komisaris Rasyid Chaniago menambahkan, surat tugas yang diterimanya tidak disertai dengan hasil audit, untuk itu dirinya harus melakukan audit. "Setelah kami memperlajari KSO yang ada, ternyata banyak masalah hukumnya. Kebetulan saya background hukum, saya pelajari, dan memang betul ada 16 KSO, seperti sapi, pasir, dan lainnya itu bermasalah. Cuma ada beberapa yang jalan. Itu pun sudah ada yang terhenti," tegas Rasyid.

"Maka kita akan audit kondisi perusahaan dan kondisi keuangan perusahaan. Banyak yang tidak jelas menurut kita, maka untuk menentukan sikap, kami akan pelajari melalui hasil audit. Kami tidak mau KSO itu dipakai untuk kepentingan-kepentingan pribadi (direksi/komisaris). Kita komitmen bagaimana menata BGD ke depan lebih baik lagi," tegasnya.

Rasyid mengaku belum bisa menyampaikan kondisi BGD serta rencana ke depan karena belum mendapat hasil auditnya. "Rencana ke depan sedang disusun, kami tidak muluk-muluk menyampaikan itu, namun itu dibicarakan setelah ada hasil audit," jelasnya.

Diketahui, berdasarkan data hasil audit tahun 2014 yang dilakukan Kantor Akuntan Publik (KAP) Noor Salim, Nur Sechan & Sinar Raharja, setidaknya ada tujuh KSO PT BGD yang terjadi masalah. Tujuh KSO itu berpotensi mengalami kerugian (potensial loss) mencapai Rp 20,3 miliar. Tujuh KSO yang bermasalah yakni briket kayu Rp 10 miliar, KSO batu split Rp 1.120.000.000, KSO slag steel Rp 1,4 miliar, KSO kapal tongkang Rp 2,5 miliar, KSO pasir laut Rp 1 miliar, KSO tanah Rp 4 miliar, dan KSO tambak udang Rp 364,5 juta.

Dari keterangan hasil audit, tujuh KSO bermasalah ini pembukuannya tidak jelas dan sulit berkomunikasi.     Sementara itu dua KSO yang berjalan dinyatakan sudah memberikan deviden. Dari data audit diketahui bahwa dua KSO yang berjalan yakni KSO batching plant dengan nilai investasi yang dikeluarkan sebesar Rp 1 miliar dan KSO cargo (tidak diketahui nilai investasinya).

Sebelumnya Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah meminta kepada jajaran komisaris dan direksi PT BGD yang baru untuk membuat terobosan untuk dapat menghasilkan profit bagi Pemprov Banten. Sebab, lanjut Asep, hingga saat ini bisnis yang dijalankan BGD belum pernah menguntungkan."Ini dikasih modal kok BGD enggak untung-untung, kapan untungnya? Makanya kami minta komisaris dan direksi baru harus membuat terobosan," ujar Asep.

Asep mendesak jajaran komisaris dan direksi baru bisa melakukan perbaikan kor bisnis BGD. Jajaran direksi BGD diminta menjalankan bisnis yang realistis, dan tidak muluk-muluk."Selama ini performance base (kinerja-red) BGD kurang baik.

Mudah-mudahan dengan direksi yang baru ini mampu menggambarkan kor bisnis realistis, tidak perlu kerja sama dengan internasional lah, wong di daerah banyak yang perlu dibahas, dikelola," tuturnya, seraya mencontohkan peluang bisnis yang bisa digarap yakni membangun perubahan untuk pekerja di Kota Cilegon, atau perumahan untuk ASN pemprov. (rahmat)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir