Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 370 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 471 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 376 | Komentar

Baca


Enam ABG Kepergok Mesum


CILEGON
- Enam anak baru gede (ABG) diamankan petugas gabungan dalam Operasi Yustisi yang digelar Pemkot Cilegon di Kelurahan Cibeber, dan Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber, Rabu (12/7).

Keenam ABG tersebut terpergok sedang berduaan di dalam kamar dengan kondisi tertutup rapat. Saat didatangi petugas, ketiga pasangan remaja itu tampak gugup. Saat ditanya, mereka tidak bisa menunjukan surat nikah dan kartu tanda penduduk. Yang lebih parah lagi, petugas juga menemukan dua ABG yang positif mengonsumsi narkoba setelah dilakukan tes darah.

"Kita tidak tahu di dalam sedang mesum atau sedang ngapain. Kita bawa ke kecamatan untuk dibina dan didata,” kata Kepala Seksi Penegakkan Perundang-Undangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon Chairul Hasan kepada Banten Raya.

Selain Satpol PP, dalam operasi tersebut juga dilibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Kodim 0623 Cilegon, serta Polres Cilegon. Razia dilakukan di Kelurahan Cibeber dan Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber.

Ada ratusan kamar kost yang disisir petugas. Banyak penghuni yang tidak mampu menunjukan kartu identitas. Beberapa kamar kost juga tampak kosong. Alhasil, ada 80 penghuni kost yang dibawa ke kantor Satpol PP Kota Cilegon karena tidak mampu menunjukan kartu identitas.

Chairul mengatakan bahwa Operasi Yustisi dilakukan karena Kota Cilegon biasanya menjadi tujuan para pendatang. Selain itu, juga mengantisipasi adanya penggunaan kamar kost untuk pesta narkoba atau perbuatan mesum. “Kita imbau kepada RT dan RW untuk mendata penghuni kost untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi Pemberantas BNN Kota Cilegon Sri Ekowati membenarkan ada dua remaja yang terindikasi positif narkoba. Dua remaja pria tersebut adalah siswa di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Cilegon. “Dua remaja itu sudah kita serahkan ke BNN provinsi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pengembangan. Tapi, nanti dikembalikan ke kita (BNN Kota Cilegon -red) untuk direhabilitasi,” terangnya.

Sri menambahkan, orang tua kedua remaja tersebut sudah diberitahu oleh BNN Kota Cilegon bahwa anaknya positif narkoba. “Positif amphetamine, itu biasanya dia mengonsumsi sabu-sabu,” ungkapnya.
Salah satu remaja putri yang kepergok satu kamar dengan pacarnya mengaku berasal dari Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dirinya berada di Cilegon karena sedang berkunjung ke temannya. “Aslinya Jakarta, ini main sama teman saya. Saya kelas 2 SMEA,” tutur perempuan yang enggan disebutkan namanya tersebut. (gillang)

Beri komentar


Security code
Refresh