Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 143 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 182 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 632 | Komentar

Baca


Shu Yung Li Ditangkap Depan Apotek


SERANG
- Kepala Desa Anyer Ikhwan turut berjasa dalam penangkapan salah satu tersangka penyelundup sabu 1 ton di dermaga Hotel Mandalika Anyer. Tiga belas jam setelah salah satu pelaku berwarga negara Taiwan kabur, Ikhwan memergoki ada pria berkulit putih bukan warga lokal yang kebingungan menyetop angkutan di depan Apotik Gama, Anyer. Lokasi tersebut berjarak satu kilometer dari Hotel Mandalika. Ia pun curiga.

Ikhwan kemudian melaporkan kecurigaannya tersebut salah satu anggota Polsek Anyer. “Tadi sore (kemarin-red) ditangkapnya di depan apotik Gama sekitar satu kilo dari hotel Mandalika. Tadi waktu saya bawa mobil, ada orang WNA yang mencurigakan sedang menyetop angkot, tapi setelah saya lihat-lihat sepertinya bukan orang Korea. Akhirnya saya telepon orang polsek dan kemudian dilakukan penangkapan,” kata Ikhwan, Kamis (13/7).

Ia mengungkapkan, tidak ada perlawanan yang diberikan pelaku saat penangkapan berlangsung, namun pelaku terlihat mempercepat langkahnya setelah ada anggota polisi yang datang. “Gak ada perlawanan dari pelaku.

Tadi tiga orang yang nangkap. Kalau berdasarkan pengakuan pelaku, kata polisi benar bahwa yang ditangkap pelaku yang kabur saat penyergapan di hotel Mandalika tadi (kemarin -red) pagi. Saat ditangkap menggunakan kaos warna biru dongker dan celana jeans panjang,” tuturnya.

Ikhwan tidak pernah menyangka jika wilayahnya akan dijadikan tempat penyelundupan narkoba besar-besaran. “Kita di desa benar-benar tidak tahu kalau ada penyelundupan narkoba. Warga dan pedagang di sekitar hotel juga gak ada yang tahu kalau mau ada penangkapan. Saya tanya orang koramil juga gak ada yang tahu, karena kemarin-kemarin gak ada gerak-geriak yang mencurigakan termasuk dari petugas polisi yang melakukan pengintaian juga,” ujarnya. (tanjung)




Beri komentar


Security code
Refresh