Crime News

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 53 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 87 | Komentar

Baca

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 985 | Komentar

Baca


Sabu Rp1,5 Triliun Disita


SERANG
– Tim Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polres Depok menggagalkan upaya penyelundupan narkoba di hotel Mandalika, Kecamayan Anyer, Kabupaten Serang, Kamis (13/7) pukul 03.00. Dalam operasi itu sebanyak satu ton narkoba jenis sabu seharga Rp1,5 triliuan yang dikemas rapi ke dalam 51 karung berukuran 25 kilogram berhasil diamankan dari empat tangan warga negara Taiwan.

Satu pelaku atas nama Lin Ming Hui tewas di lokasi kejadian, sedangkan satu orang lainnya bernama Shu Yung Li melarikan diri menggunakan perahu karet dan baru tertangkap pada pukul 16.00 WIB, tidak jauh dari lokasi kejadian oleh anggota Polsek Anyer. Yungli terpergok Kepala Desa Anyer Ikhwan sedang menyetop angkutan umum untuk kabur. Ikhwan yang curiga segera mengontak polisi.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, tiga orang yang diketahui bernama Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan dan Liao Guan Yu datang ke Hotel Mandalika dengan menggunakan dua kendaraan jenis kijang Innova berwarna silver dan hitam sekitar pukul 02.00 WIB. Mereka datang dengan berpura-pura ingin memancing dan membayar Rp50 ribu kepada petugas hotel.

Setibanya di lokasi, ketiganya menuju dermaga hotel yang berada di bagian selatan. Selanjutnya menunggu kiriman narkoba yang dikirim menggunakan perahu karet. Tak lama, perahu yang mereka tunggu datang. Tiga pria berkulit putih ini kemudian memindahkan sabu berkualitas tinggi itu ke dua mobil yang telah disiapkan. Tanpa mereka sadari, petugas sudah mengintai sejak sora hari.

Tanpa babibu, petugas langsung menyergap para tersangka. Sadar posisi mereka terancam, Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan dan Liao Guan Yu melakukan perlawanan dengan menabrak dua petugas hingga cedera. Petugas kemudian bereaksi keras. Lin Ming Hui terpaksa ditembak karena terus melawan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan yang datang ke Anyer tujuh jam setelah penyergapan mengatakan, penggagalan penyelundupan narkoba dari Taiwan itu merupakan kerja keras tim gabungan dari Polda Metro Jaya dengan Polres Depok. “Ini merupakan hasil pengembangan TKP Jakarta yang kemudian kita lakukan penyelusuran kerja sama dengan polisi Taiwan. Tadi (kemarin-red) malam kita dapat menangkap satu ton sabu dengan empat tersangka,” kata Iriawan, di dermaga hotel.

Ia mengungkapan, pihaknya terpaksa melepaskan tembakan karena para pelaku melawan petugas. "Empat-empatnya warga negara Taiwan. Ini sudah kita ikuti dua bulan yang lalu,” ujarnya.Ia menuturkan, penyelundupan narkoba yang dilakukan pelaku terbilang cukup hebat karena sulit terdeteksi oleh petugas.

Namun dengan bantuan peralatan yang canggih, gerakan para pelaku dapat diketahui mulai dari tengah laut sampai ke dermaga. “Dari informasi yang didapat, tadi (kemarin-red) malam hari terakhir tim surveillance kami, mereka (pelaku) memakai perahu karet dengan mesin yang cukup halus sehingga hampir tidak terdetek. Ini sabu dari luar, kita akan periksa kapal asing termasuk pemilik hotel ini kenapa bisa masuk dan lain sebagainya,” paparnya.

Adapun untuk pendistribusian barang tersebut, Iriawan mengatakan, pihaknya belum mengetahui akan didistribusikan kemana namun dugaan kuat barang tersebut akan dikirim ke Jakarta jika mengacu pada penangkapan awal. “Nilainya Rp1,5 triliun.

Jadi jika manusia bisa diselamatkan dengan tertangkapnya sabu selundupan dari China ini. Bentuknya dalam kemasan yang sudah dipecah-pecah beberapa koli. Kehebatan mereka untuk menjamin kerahasisian operasinya tidak melibatkan orang kita. Informasi awal hotel ini sudah lima tahun tidak berfungsi,” katanya.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin mengatakan, pihaknya terus melakukan monitoring di jalur laur dengan melibatkan Ditpolair Banten untuk mengawasi pergerakan para penyelundup narkoba. “Pengintaian tidak pernah terputus hampir dari menit ke menit. Ini pengiriman yang pertama.

Kenapa ini terjadi di Banten mungkin karena Banten adalah penyangga Jakarta dan laut Banten begitu luas. Mungkin penangkapan ini terbesar se-Indonesia dan ini jatuh pada hari anti narkotika sedunia,” ujar Zaenudin.

Salah seorang penjaga hotel Mandalika yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak tahu jika hotel tempatnya bekerja dijadikan lokasi penyelundupan narkoba. “Tahunya tadi (kemarin -red) malam ada dua mobil masuk, tiba-tiba ada penggerebekan. Sebelumnya gak ada yang mencurigakan. Paling orang yang datang ke sini mau mancing, anak-anak pramuka karena tempat ini memang sudah gak ada orang yang nginap di sini. Jadi kalau kemarin-kemarin ada polisi yang datang ke sini,” ujarnya.

Herman, salah seorang warga yang rumahnya bersebelahan dengan hotel Mandalika mengaku, sempat mendengar ada suara tembakan sekitar pukul 03.00 WIB. “Iya semalem denger suara tembakan ada dua kali mah, sempat kaget juga.

Tapi saya tidur lagi karena gak curiga kalau ada penangkapan, tahu-tahunya tadi jam enam pagi rame, terus banyak darah di gerbang hotel. Saya gak tahu kalau pengintaian yang dilakukan polisi. Kita semua yang ada di sini tidak ada yang curiga kalau mau ada pengiriman narkoba,” kata Herman. (tanjung) 


Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir