Crime News

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 53 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 87 | Komentar

Baca

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 984 | Komentar

Baca


Polisi dan Pelaku Sabu Anyer Satu Hotel


SERANG –
Empat tersangka penyelundup narkoba jenis sabu seberat 1 ton yang berhasil digagalkan tim gabungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Dopok di Hotel Mandalika, Desa Anyer, Kecamayan Anyer pada Kamis (13/7) lalu, diketahui sering pulang pergi Jakarta-Serang dan pernah menginap di tiga hotel yang lokasinya sekitar 300 meter dari Hotel Mandalika. Tiga hotel yang dimaksud yaitu Allisa Resort, Pisita Hotel, dan Green Garden Hotel.

Marketing sekaligus penanggung jawab Allisa Resort Nur membenarkan jika dua para pelaku penyelundup narkoba tersebut pernah menginap di hotelnya. “Benar pernah menginap di hotel kami pada tanggal 11 sampai 12 Juli, tapi waktu itu saya sedang di Jakarta dan karyawan saya menerima. Saat hari yang sama pelaku juga menginap di Green Garden dan informasinya juga menginap di Hotel Pisita,” kata Nur, saat ditemui di tempatnya bekerja, Jumat (14/7).

Ia mengungkapkan, pelaku yang datang ke hotelnya hanya satu orang dengan memakai kaos putih dan berkaca mata, dengan ditemani seorang perempuan bernama Komala. “Cek-in nya jam 18.00 WIB. Waktu itu kita tanya passportnya tapi yang perempuan bilang cukup pakai passportnya karena yang laki-laki tidak bisa bahasa Inggris dan Indonesia. Prosedur sudah kita terapkan dan kita menerima semua tamu yang datang yang penting ada yang bertanggung jawab,” jelasnya.

Lebih lanjut Nur menuturkan, pada 12 Juli pukul 12.00 WIB saat akan cek out, perempuan yang menemani palaku meminta untuk memperpanjang penginapannya, namun pihak hotel tidak mengijinkan karena yang bersangkutan mencurigakan. “Sempat extend atau menginap lagi, tapi waktu karyawan saya bilang mencurigakan karena tidak punya passport dan lainnya akhirnya kami bilang full booking,” ungkapnya.

Adapun tempat yang disewa pelaku dengan teman perempuannya, Nur menjelaskan, yaitu sebuah villa dengan harga weekday Rp2,3 juta dalam sehari semalam. “Villa di kita ada tiga. Kalau weekend kan harganya Rp2,9 juta. Saat pelaku menginap ada polisi juga yang menginap di villa sebelahnya, tapi kita tidak tahu kalau polisi yang menginap sedang mengawasi pelaku atau tidak, karena polisinya juga diam-diam saja,” paparnya.

Ia mengaku, tidak menyangka kalau tamu yang datang ke hotelnya adalah pelaku penyelundup narkoba sebanyak 1 ton, karyawan hotel baru mengetahui dan mengenal pelaku dari salah satu televisi swasta. “Mungkin dia pindah-pindah tidak hanya di sini nginapnya. Saya juga tadi (kemarin-red) ngobrol sama penanggung jawab Green Garden kalau pada hari yang sama perempuan atas nama Komala menyewa kamar juga, mungkin buat teman-temannya,” katanya.

Terpisah Kepala Desa Anyer Ikhwan mengatakan, banyak warga yang memberi tahu pemilik Restoran 88 yang berlokasi di seberang Bank BNI atau sanggar batik Anyer diperiksa pihak kepolisian Polda Metro Jaya. “Saya belum tahu (pemilik restoran 88 diperiksa-red) tapi tadi (kemarin-red) banyak warga yang bilang pemiliknya diperiksa polisi. Saya juga tidak tahu warga tahunya darimana. Memang tadi seharian restorannya tutup. Biasanya tiap hari rame dan banyak menu chinese food,” kata Ikhwan.

Sebelumnya, empat warga Taiwan yakni Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Shu Yung Li diamankan pihak kepolisan Polda Mtero Jaya. Satu orang bernama Lin Ming Hui tewas ditembak pihak kepolisian setelah melakukan perlawanan saat dilakukan penyergapan di Hotel Mandalika. (tanjung)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir