Crime News

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 53 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 87 | Komentar

Baca

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 984 | Komentar

Baca


Bangun Sarana dan Infrastruktur serta Berikan Beasiswa


CILEGON -
Keberadaan dan perkembangan Al-Khairiyah sebagai pondok pesantren, perguruan dan organisasi masyarakat (ormas) Islam tertua di Banten sampai saat ini tak luput dari peran pengurus, santri dan juga para donatur. Salah satu donatur yang kerap memberikan dukungan penuh adalah PT Krakatau Steel (KS).

Sejak hadir sebagai perusahaan pengolah bijih besi pada 1962, PT KS yang dahulu merupakan proyek baja Trikora, telah memantapkan tekadnya mewujudkan industri baja terpadu di Nusantara. Seiring berjalannya waktu, proyek baja Trikora yang sempat mengalami mati suri dan kembali beroperasi pada 1970 ini, sekarang telah menjelma sebagai perusahaan baja yang mendunia.

Keberadaannya, dituntut untuk melahirkan program kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan atau Coorporate Social Reaponsibility (CSR). Terlebih sejak dikeluarkannya Undang-undang nomor 19 tahun 2003 oleh pemerintah yang mengharuskan perusahaan termasuk badan usaha milik negara (BUMN) untuk dapat melakukan pembinaan kepada usaha kecil, koperasi dan masyarakat sekitar.

Namun, jauh sebelum Undang-undang tersebut diberlakukan, PT KS telah menjalankan program CSR-nya untuk masyarakat sebagai bentuk kepedulian. Termasuk dalam mendukung perkembangan pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah memberikan dukungan terhadap tumbuh kembangnya perguruan Al-Khairiyah Citangkil.

Tercatat, melalui beberapa lembaga yang terbentuk seperti divisi program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) dan juga Baitul Maal, PT KS secara konsisten telah memberikan bantuan sarana dan prasarana serta beasiswa untuk perkembangan perguruan Al-Khairiyah yang tersebar di Banten. Madrasah Diniyah Awaliah (MDA) Al-Khairiyah Kubang Menyawak Citangkil dan MDA Al-Khairiyah Lebak Gebang Cilegon, merupakan contoh sekolah dibawah naungan Al-Khairiyah yang direnovasi dan dibangun atas sumbangsih PT KS.

Termasuk juga pemberian beasiswa secara konsisten yang disalurkan melalui perguruan tinggi seperti Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM). Perbaikan infrastruktur jalan lingkungan kampus Al-Khairiyah jelang Muktamar ke-9 pada Oktober 2016 lalu dengan kucuran dana Rp150 juta, juga merupakan bentuk keseriusan PT KS dalam keikutsertaannya membangun Al-Khairiyah. Yang terkini, PT KS dan grup memberikan bantuan dana sejumlah Rp675 juta untuk membangun dan merenovasi sarana/prasarana yang ada di lingkungan kampus Al-Khairiyah, Jumat (16/7).

"Kami datang ke sini (Al-Khairiyah-red) untuk ikut salat Jumat berjamaah sekaligus silaturahmi dan menengok kondisi kampus Al-Khairiyah," ujar Direktur Utama PT KS Mas Wigrantoro Roes Setiyadi.
Pria yang akrab disapa Maswig ini menilai, kondisi sarana dan prasarana serta infrastruktur yang baik sudah menjadi syarat mutlak bagi standar kenyamanan suatu lembaga pendidikan. Karena dengan kenyamanan tersebut, menurutnya, proses pendidikan bisa berjalan dengan baik.

"Selain kurikulum, tentu ruangan yang bersih, fasilitas yang memadai akan menambah semangat belajar dan bisa memacu prestasi peserta didik. Kalau dulu mungkin belajar menggunakan papan tulis kapur masih biasa, tapi sekarang di Indonesia sudah standar menggunakan papan White board. Kalau masih menggunakan papan kapur ya dianggap ketinggalan zaman," jelasnya.

Maswig berharap, seluruh sumbangsih dari PT Krakatau Steel dan grup dapat bermanfaat bagi Al-Khairiyah."Semoga Al-Khairiyah bisa terus berkembang menjadi perguruan yang besar sesuai harapan kita semua," tuturnya.

Selain itu, Maswig menyampaikan penawaran kepada Al-Khairiyah untuk dapat memanfaatkan sumberdaya manusia (SDM) PT KS dan grup yang memiliki keahlian dan pengalaman sesuai dengan apa yang dibutuhkan Al-Khairiyah.

"Banyak SDM kami di level pimpinan manajemen yang memiliki keahlian dan merupakan lulusan perguruan tinggi negeri ternama. Nah itu kan bisa diminta untuk menularkan ilmu dan pengalamannya sebagai dosen atau pengajar. Kami tidak akan melarang hal itu, selagi tidak mengganggu tugas utamanya di KS dan grup. Kalau untuk kebaikan kenapa mesti dilarang," akunya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Al-Khairiyah Ali Mujahidin, menyampaikan terima kasih atas segala dukungan dan bantuan yang diberikan PT KS dan grup dari awal Al-Khairiyah terbentuk hingga saat ini.
"Dulu sejak lama, sekitar tahun 1977, PT KS sudah mendukung kami dan memberikan bantuan untuk pembangunan Al-Khairiyah," kata pria yang akrab disapa Mumu ini.

Mumu menyatakan, Al-Khairiyah akan terus dikembangkan baik secara kurikulum dan juga pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana."Terutama menjadikan sekolah tinggi yang ada menjadi universitas. Sekarang masih berjalan prosesnya. Semoga cepat selesai dan tujuan kami bisa tercapai," harapnya. (DANANG SUGIARTO)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir