Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 244 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 267 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 699 | Komentar

Baca


Tukang Rumput Simpan Mortir Aktif


SERANG
– Yadi, warga Desa Waringinkurung, Kecamatan Waringinkurung menyimpan mortir seberat 70 kilogram dengan panjang 60 sentimeter dan berdiameter 15 sentimeter di samping rumahnya. Mortir tersebut diperoleh Yadi dari tetangganya bernama Johmudi yang ditemukan di Kampung Pelabuan Bulan, Desa Wanayasa, Kecamatan Keramatwatu pada Rabu (12/7) lalu, saat mengambil rumput untuk pakan ternak mereka.

Johmudi yang mencurigai barang temuannya, akhirnya melapor ke anggota Polsek Waringinkurung, Jumat (14/7). Setelah mengumpulkan informasi dari warga, Minggu (16/7) pagi pihak kepolisian mengambil mortir itu dari rumah Yadi yang semula akan dijual kepada pedagang rongsokan. Selanjutnya anggota Polsek Waringinkurung menghubungi tim Gegana Polda Banten untuk menjinakan dan mengambil mortir yang masih aktif tersebut.

Kapolsek Waringinkurung AKP Muljadi membenarkan laporan warga terkait penemuan mortir aktif tersebut. “Benar, warga mencari rumput menemukan itu (mortir). Kemudian diamankan sama polsek dan hari ini (16/7) diangkut langsung oleh tim Gegana Polda Banten. Mungkin warga tidak mengetahui besi apa, setelah dicek ternyata mortir masih aktif.  Kemungkinan peninggalan jaman Belanda kalau gak jaman Jepang,” ujarnya Muljadi.

Ba Intel Polsek Kramatwatu Briptu Andhika Putra Wijaya menjelaskan, penemuan mortir awalnya tidak mau dilaporkan penemu karena dianggapnya besi biasa. “Pada hari Jumat warga atas nama Johmudi datang ke kami untuk melaporkan motornya yang hilang, tapi kemudian ditemukan. Sambil ngobrol-ngobrol Johmudi cerita di rumah Yadi ada besi besar yang ujungnya runcing yang ditemukan saat mengambil rumput,” kata Andhika.

Mendangar informasi tersebut, lanjut Andhika, pihaknya langsung mencari informasi lebih lanjut untuk mengetahui benda yang dimaksud Johmudi. “Pas tadi kami lihat ternyata proyektil, langsung kami melapor ke tim Gegana Polda Banten dan pukul 10.00 WIB tim datang dan langsung dijinakan. Kami juga langsung turun ke TKP dan ternyata proyektil itu pernah dipindah oleh petani lain dari tempat pertama ditemukan,” ungkapnya.

Andhika menuturkan, mortir yang sudah berkarat yang ditemukan warga memiliki daya ledak yang cukup tinggi dan diperkirakan bisa menghanguskan perkampungan satu desa. “Menurut tim Gegana kalau diledakan satu desa bisa hancur. Diangkutnya pakai mobil losbak yang dikendarai oleh Yani teman Johmudi dan sempat mau langsung dijual di tukang besi. Ini pertemuan pertama dan kita belum tahu masih ada yang lainnya atau tidak,” paparnya.

Sementara itu, Johmudi tidak menyangka jika barang yang ditemukannya itu merupakan mortir aktif yang memiliki daya ledak tinggi. “Nemunya pas hari Rabu (12/7) kemarin habis ashar. Karena pas diangkat gak kuat ada sekitar 70 kilogram, saya manggil Yadi kemudian kita masukan ke karung dicampur rumput terus dibawa pakai mobil. Dikirain kita besi bisa tapi ujungnya runcing dan seperti terbuat dari kuningan,” ujar Johmudi.

Ia mengaku, sempat akan mengelas mortir tersebut karena penasaran dengan warnanya yang terbuat dari kuningan setelah dibersihkan tanahnya yang menempel dengan golok. “Saya gak tahu kaya gimana kalau jadi dilas. Pas tadi dikasih tahu itu bisa meledak badan saya gemetar. Untung saya laporkan ke polisi. Dari sejak pertama ditaruh disamping rumah. Sempat jadi tontonan warga,” katanya.

Terpisah, penemuan mortir juga terjadi di lahan yang pernah digunakan Pelindo 2, di Desa Puloampel, Kecamatan Puloampel oleh warga sekitar. “Iya benar tadi (kemarin-red) pukul 15.00 WIB kami menerima laporan penemuan mortir dari warga. Kemudian kami menghubungi tim Gegana Polda Banten. Pada pukul 17.00 WIB tim datang dan langsung mengamankan mortir tersebut,” kata Kapolsek Puloampel Iptu Haerul Maulana.

Ia mengungkapkan, penemuan mortir di Kecamatan Puloampel sudah terjadi tiga kali ditempat yang berbeda, yang diduga merupakan sisa peninggalan perang dunia ke-2. “Untuk diameter dan panjangnya kami tidak tahu, karena itu langsung ditangani oleh Gegana. Kemungkinan itu sisa perang dunia ke-2, karena dulu ada kapal Amerika yang tenggelam di perairan Banten. Kemungkinan masih ada. Tadi mortirnya langsung dibawa oleh tim Gegana,” ujarnya. (tanjung)

Beri komentar


Security code
Refresh