Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Imunisasi Rubella di Cilegon Dapat Penolakan



CILEGON - Pemberian vaksin Measles dan Rubella (MR) kepada para siswa di Kota Cilegon sempat mendapatkan penolakan. Salah satunya terjadi di SDN Kubang Sari I, Kelurahan Kubang Sari, Kecamatan Ciwandan. Salah satu orang tua siswa tidak mau anaknya diimunisasi dengan dengan berbagai alasan, salah satunya meragukan kehalalan vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Dr Arriadna menilai wajar penolakan tersebut. "Iya betul, anaknya sudah kita suntik rubella, ibunya tidak terima. Setelah kita beri penjelasan akhirnya orangtuanya menerima," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Arriadna mengungkapkan, selain khawatir bahan-bahan yang digunakan tidak halal, penolakan vaksinasi juga karena orangtua khawatir adanya dampak negatif pasca imunisasi.
Menurut Arriadna, untuk menanggapi ketakutan warga, Pemerintah Kota Cilegon terus melakukan sosialisasi.

"Untuk yang di Yayasan Nasrul Ulum di Lingkungan Tegal Bunder, Kelurahan Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta sudah kita sosialisasikan kepada orangtua siswa dan sudah tidak ada masalah. Sekarang kita tinggal susun jadwal pelaksanaan imunisasi Rubella di sana," ujarnya.

Lebih lanjut, Arriadna menambahkan pada bulan Agustus hingga September 2017 ini Pemkot Cilegon melalui dinkes menargetkan imunisasi kepada 112.095 anak di Cilegon dari jumlah itu 6.392 merupakan bayi.  "Vaksinasi terhadap 112.095 anak itu akan dilakukan selama dua bulan mulai bulan Agustus hingga September mendatang," tambahnya.

Arriadna mengatakan, anak-anak yang tidak diimunisasi rentan terserang Rubella yang berdampak pada kecacatan. Sedangkan jika Rubella menyerang si ibu hamil, maka yang akan timbul adalah bayi yang lahir bisa terkena kebutaan dan dampak lainnya.

"Untuk itu kita mengharapkan para orangtua menyadari bahaya dari Rubella ini. Dengan adanya program imunisasi MR secara nasional ini penyakit yang dapat membahayakan anak-anak kita dapat diminimalisasi," paparnya.

Kepala Puskesmas Purwakarta Dr Sefi Saiful Holiq mengatakan untuk mencegah maraknya penolakan imunisasi itu, pihak puskesmas melakukan pendekatan dan pemahaman akan manfaat dari imunisasi campak dan Rubella  yang didampingi pemerintah setempat. "Imunisasi penting bagi anak-anak. Ketahanan tubuh mereka belum sama dengan orang dewasa," ungkapnya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh