Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Orang Gila Palak Pedagang Banten Lama



SERANG - Seorang lelaki yang mengaku anggota Tentara Negara Indonesia (TNI) secara tiba-tiba menendang dan mengacak-acak dagangan warga di Banten Lama yang berada di taman Pendopo Banten Lama. Akibatnya dagangan warga rusak dan pedagang merugi jutaan rupiah.

Rodiah, salah seorang pedagang es campur dan es kelapa, mengatakan bahwa kejadian itu terjadi sekitar pukul 08.00. Secara tiba-tiba datang seorang lelaki dan tanpa berkata apa-apa langsung menendangi gerobak miliknya dan dagangan pedagang lain.

Dagangan yang baru saja mau dijualnya hari itu langsung berhamburan di atas tanah. Toples yang berisi bahan untuk es campur pecah dan isinya pun berhamburan di tanah.
"Ngakunya anggota TNI," kata Rodiah, Minggu (6/8).

Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya tidak pernah ada permintaan dari Koramil Kasemen maupun Kenadziran Banten agar ia tidak berjualan. Karena itu ia mengaku sangat kaget ketika ada seorang lelaki yang tiba-tiba mengobrak-abrik dagangannya.

Karena ketika akan ada pejabat atau orang penting yang akan datang berkunjung ke Banten Lama biasanya akan ada perintah untuk tidak berjualan dan para pedagang biasanya akan selalu patuh. "Saya rugi jutaan. Apalagi tempat es kelapa saya baru beli," katanya.

Rodiah mengaku baru kali ini mendapatkan perlakuan kasar selama berjualan di lokasi itu. Muti'ah, pedagang gado-gado dan pecel, juga menjadi sasaran dari kebrutalan lelaki yang mengaku anggota TNI itu. Padahal ia mengaku hanya berjualan ketika hari Minggu. Selebihnya ia tidak berjualan.

Akibat tindakan anarkis lelaki itu jualannya berantakan. Piring dan gelas miliknya pecah berantakan dan tidak dapat digunakan lagi. "Saya nggak terima kayak gini," katanya. Ia mengaku merugi jutaan rupiah karena gelasnya yang hancur mencapai 6 lusin sementara piringnya juga sangat banyak mencapai 3 lusin.

Ia meminta kepolisian mengusut masalah tersebut dan bila memungkinkan menerima ganti rugi. "Saya jualan cuma buat makan sehari-hari bukan biar kaya," ujarnya. Rizal Azis, mantan anggota DPRD Kota Serang yang meninjau lokasi, membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengaku mendapatkan informasi itu sekitar pukul 08.30 dari salah seorang pedagang. Sejauh ini berdasarkan pengakuan para pedagang terdapat lima pedagang yang dagangannya dirusak oleh lelaki yang mengaku anggota TNI itu. Pedagang yang dagangannya dirusak antara lain penjual es kelapa, penjual gado-gado, penjual telur asin, sampai pedagang air minum kemasan.

Tidak hanya itu pagar dan tempat sampah juga dirusak oleh lelaki tak dikenal itu. Berdasarkan informasi dari pedagang lelaki itu pada Sabtu malam lalu juga secara tiba-tiba menendang dagangan penjual minuman kemasan. Bahkan lelaki itu juga menendang pengemis dan mengusir para musafir yang tidur di teras Masjid Agung Banten Lama agar pindah.

"Saya masih nanya-nanya duduk masalahnya ke polsek dan koramil," katanya.  B Herman, warga Banten Lama yang juga angggota Koramil Karangbolong, mengaku berhasil menangkap lelaki itu di sekitaran pantai. Berdasarkan dugaan sementara lelaki itu mengalami gangguan mental dan saat ini berhasil diamankan di Koramil Kasemen.

Lelaki itu akan diinterogasi karena mengaku sebagai anggota TNI. "Kayaknya stres. Dia juga malak pedagang di Karangantu," ujarnya.  Herman mengatakan bahwa kemungkinan kasus ini akan dilimpahkan ke Polsek Kasemen karena berkaitan dengan masalah kriminal. Sementara TNI tidak menangani masalah semacam itu karena tidak memiliki kewenangan. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh