Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Mengenal Popcon, Power Ranger Hingga Wiro Sableng


JAKARTA - Event budaya pop tahunan, Popcon Asia, kembali digelar untuk kali keenam. Hall B Jakarta Convention Center (JCC) penuh sesak dengan pengunjung Popcon Asia 2017 kemarin (5/8). Dua Ranger asal Indonesia menyapa penggemar di panggung. Mereka adalah kakak beradik Yoshi dan Peter Sudarso.

Menghabiskan masa kecil di Depok, Jawa Barat, dua pria yang kini berkarir di AS itu bercerita tentang pengalaman mereka. "Kami merupakan first brothers alias dua Ranger pertama yang punya hubungan saudara. We made history, right?" kata Yoshi.

Yang pertama menjadi Ranger adalah Yoshi. Dia diterima sebagai Koda alias Blue Ranger di serial Power Rangers: Dino Charge pada 2012. Lantas, pada 2014, Peter lolos audisi dan mendapat peran sebagai Preston alias Blue Ranger di serial Power Rangers: Ninja Steel.

Setelah tak lagi menjadi Ranger, mereka tetap eksis. Yoshi misalnya. Dia beberapa kali terpilih sebagai pemeran stunt. Dua film besar Hollywood dia tembus, yakni The Maze Runner (2014) dan Logan (2017). Saat ini Yoshi tengah bersiap untuk syuting film Indonesia yang berjudul Buffalo Boys.

Rencananya, film action itu rilis tahun depan. "Syuting di Jogjakarta. Saya bermain bersama Pevita Pearce dan Ario Bayu," kata Yoshi. Sementara itu, Peter yang sibuk sebagai penulis sedang menyelesaikan proyek membuat naskah film pendek yang akan tayang di AS. Film itu bercerita tentang tim bola basket dengan sebagian anggota orang Indonesia. "Saya juga jadi salah satu pemain," ujar Peter.

Di akhir sesi, dua Ranger itu mengajak fans bernostalgia melakukan gerakan berubah Ranger lengkap dengan teriakan andalan, "It's morphin time!" Semuanya bersemangat mengikuti instruksi itu. "It's morphin time!!!" tiru pengunjung.

Sesi menarik lain adalah panel film Wiro Sableng 212. Itu merupakan film Indonesia pertama yang bekerja sama dengan studio besar internasional, Fox International Production. Syutingnya akan berlangsung mulai 21 Agustus hingga November. Film tersebut diadaptasi dari novel Bastian Tito. Sejak 1967 hingga 1995, Bastian menulis 185 novel Wiro Sableng.

"Dengan cerita dan karakter yang ratusan, kami mempersiapkan akan ada cerita lanjutan. Kami bikin tiga," kata Sheila Timothy selaku produser. Ada tiga pemain yang sudah dipublikasikan. yakni Vino G. Bastian, anak kandung Bastian Tito. Dia berperan sebagai Wiro. Kemudian istri Vino, Marsha Timothy, dan Sherina Munaf.

Angga Dwimas Sasongko selaku sutradara film tersebut mengatakan, akan ada banyak sekali pemain, sampai dirinya lupa siapa saja. Sementara itu, Yayan Ruhian ditunjuk sebagai koreografer adegan laga. "Kalau menceritakan gimana meramu jurusnya, dua hari dua malam nggak akan cukup.

Tapi, yang pasti, nanti akan ada jurus Wiro yang terkenal seperti jurus Kunyuk Melempar Buah, Pukulan Angin Es, dan sebagainya," ucap Yayan. (jpg)

Beri komentar


Security code
Refresh