Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 219 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 279 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 238 | Komentar

Baca


Nelayan Kepung PLTU 2 Labuan dari Darat & Laut



PANDEGLANG – Ratusan nelayan mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pesisir (AMP) Labuan melakukan unjuk rasa besar-besaran di kawasan PLTU 2 Labuan, Senin (7/8). Aksi para nelayan tak main-main karena mereka melakukan aksi dari darat dan laut dengan cara menaiki perahu.

Berdasarkan pantauan Banten Raya, unjuk rasa nelayan ini dimulai pukul 10.30. Massa datang dari wilayah Labuan dan Panimbang kemudian berkumpul di pintu gerbang PLTU. Tidak hanya itu, sejumlah nelayan juga menaiki perahunya masing-masing untuk bisa mendekati kawasan PLTU. Kawasan PLTU pun seperti terkepung dari darat dan air.

Banyaknya jumlah massa diantisipasi aparat kepolisian dengan menerjunkan ratusan personil dan water cannon. Secara bergantian, pengunjukrasa menyampaikan tuntutan kepada PLTU agar bertanggungjawab atas kerusakan ekosistem laut. Nelayan menyebut, PLTU telah menyebabkan pencemaran dan langkanya ikan di laut pesisir Labuan.

Selain berorasi, pendemo juga mengacung-acungkan spanduk dan aneka poster berisi kecaman pada pihak PLTU. Kordinator aksi Ade Bideng menyatakan, PLTU menyebabkan kerusakan lingkungan laut dan mengubah ekosistem akibat limbah yang tercecer dan lalu-lintas kapal batu bara.

“Keberadaan PLTU berdampak buruk bagi nelayan karena sudah merusak ekosistem laut, yakni terumbu karang sepanjang tiga kilometer rusak, pendangkalan muara teluk dan ikan pada menjauh,” ujar Ade.
Ade menuntut PLTU untuk menempati janjinya yang akan memperbaiki kerusakan bangunan pemecah ombak yang rusak akibat digunakan untuk sandar kapal tongkang.

“Pokoknya harus segera dibangun. Ganti rugi kerusakan kapal nelayan akibat tali buih kapal tongkang terdampar, karena di mulut muara pun terjadi proses sedimentasi yang diakibatkan kandasnya kapal tongkang,” katanya.

Sudi, nelayan Labuan menuturkan, tongkang pengangkut batu bara milik PLTU 2 Labuan menganggu ekosistem. "“Kalau cuaca laut sedang buruk, batu bara yang diangkut kapal tongkang itu sering jatuh. Yang pasti laut akan tercemar, ikan juga pada menjauh. Pemerintah harus segera turun dan jangan diam saja,” katanya.

Manager Administrasi PLTU 2 Labuan Misni mengatakan, perbaikan bangunan muara dan pemecah ombak bukan urusan PLTU 2 Labuan melainkan pihak pemilik kapal tongkang. “Sudah kami tindaklanjuti ke lapangan, memang ada pendangkalan. Setelah itu kita tidak henti-hentinya menggalang dana dari pihak perusahaan batu bara, mereka siap bayar, tiap bulan kita juga suka rapat dengan pihak pengusaha batu bara.

Cuma sayangnya kemarin tidak dilaporkan ke nelayan, mungkin di sini komunikasi yang kurang,” bebernya. (yanadi)

MENDESAK : Ratusan nelayan mendesak PLTU 2 Labuan hengkang dari Kecamatan Labuan karena dinilai telah merusak ekosistem laut, Senin (7/8).

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir