Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 247 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 270 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 701 | Komentar

Baca


Kisah Maesaroh, Atlet Atletik PPLP Banten yang Sarat Prestasi Latihan Mulai Pagi Buta hingga Malam Hari


Kerja keras memang tidak akan membohongi hasil. Sempat tidak diperhitungkan, Maesaroh alumni atlet atletik Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) Banten justru tampil cemerlang pada puncak karirnya sebagai atlet pelajar.

Mae sapaan akrab dari Maesaroh berhasil mempersembahkan medali perak pada 9th Asean Schools Games Atletics (ASG) Championship 2017 di langit Singapura Selasa (18/7) lalu. Medali perak yang disumbangkan Mae dari nomor lompat jangkit dengan catatan 12.32 meter. Medali emas direbut atlet Vietnam Vu Thi Ngoc Ha dengan catatan 12.53 meter.

Sedangkan medali perunggu jadi milik atlet Malaysia Nurul Ashikin Binti Abas 12.20 meter. Alhasil bendera sang merah putih pun berkibar di langit Singapura kala itu. Jika menilik ke belakang tepatnya sekitar tahun 2013 silam, Mae hanya seorang siswi dari sebuah sekolah SMPN 1 Pagelaran dari Banten selatan tepatnya Kabupaten Pandeglang.

Ia menceritakan bahwa saat itu dirinya mengikuti seleksi atlet untuk tim atletik PPLP Banten. Namun nasib baik berpihak pada alumni siswi SDN 1 Rahayu ini. Pelatih yang saat itu menyeleksinya Wahyudi Setiawan melihat Mae memiliki potensi yang dapat dikembangkan lagi.

“Saya dites lompat jauh waktu itu. Awalnya saya cuma coba-coba. Ternyata saya lolos seleksi dan masuk PPLP sampai sekarang,” kata Mae, kepada Banten Raya, Rabu (9/8) siang. Alhasil Mae pun harus pindah sekolah mengingat Mae harus tinggal di asrama PPLP Banten dan menjalani program latihan rutin di sana. “Saya pindah sekolah ke SMPN 13 Kota Serang,” katanya.

Dengan hasil yang ada saat ini, Mae merasa kadang masih belum yakin atas apa yang ia gapai. Terlebih keberhasilannya mengibarkan bendera merah putih di langit negeri Singa Singapura beberapa waktu lalu.

Remaja kelahiran 12 Juni 1999 mengungkapkan, prestasi yang ia ukir ini buah dari proses panjang yang penuh tantangan. Sejak resmi menjadi atlet PPLP Banten sekitar tahun 2013 silam, Mae harus mengikuti program latihan. Mulai dari kebiasaan pola hidup sampai pola latihan super ekstra pun harus dijalani.

“Jadwal latihannya tiap hari selama seminggu. Kalau pagi mulai dari setengah enam sampai setengah delapan. Sedangkan latihan sore mulai dari setengah tiga sampai jam delapan malam,” ungkap perempuan berkulit sawo matang ini.

Ia menyebutkan, di awal bergabungnya di PPLP Banten, alumni siswi SMAN 3 Kota Serang ini mengaku belum terbiasa dengan lingkungan barunya. Namun seiring waktu program latihan dari pelatihnya mulai adaptasi. “Sempat di awal-awal saya tidak kuat. Bahkan kadang saya sering nangis kalau lagi kangen sama ibu dan bapak. Karena harus jauh dari keluarga di Pandeglang.

Tapi Alhamdulillah motivasi dari pelatih dan teman-teman di asrama PPLP, membuat saya tetap semangat menjalani rutinitas dan aktifitas saya sebagai pelajar dan atlet PPLP,” akunya. Konsistensi mantan siswi SDN 1 Rahayu dan SMPN 1 Pagelaran ini mulai membuahkan hasil.

Sejumlah prestasi berhasil digondolnya mulai tingkat lokal sampai internasional. Beberapa prestasi yang berhasil ia peroleh di antaranya, medali emas lompat jauh Popda 2013 di Lebak, medali perunggu Porprov 2014 di Kota Serang, medali emas lompat jauh Kejurnas Atletik Jakarta Open 2015, medali emas lompat jauh Kejurnas Atletik antar PPLP 2016, dan dua medali emas pada Kejurnas atletik remaja yunior 2017 di Jakarta, dan terakhir adalah medali perak Asean Schools Games di Singapura.

“Saya tidak menyangka bisa meraih medali perak di Singapura waktu itu. Kadang kalau diingat-ingat lagi seperti mimpi. Kok saya sampai sejauh ini. Soalnya pengalaman saya di ajang ASG baru pertama kali. Itu yang membuat saya sempat grogi tampil di final. Belum lagi saingannya sangat berat-berat. Karena secara pengalaman atlet-atlet atlet-atlet Thailand, Malaysia, dan tuan rumah lebih unggul dari saya,” kenang Mae.

Kini ia tengah dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan atletik junior tingkat Asia dan dunia. Persiapan pun telah Mae jalani sejak jauh-jauh hari pasca keberhasilannya mendulang perak dari Singapura. “Sekarang saya lagi persiapan buat kejuaraan atletik yunior tingkat asia. Minta doanya semoga saya berhasil mempersembahkan medali buat Indonesia lagi,” harap mahasiswa Fakultas Hukum Untirta Serang ini.

Pelatih atletik PPLP Banten Wahyudi Setiawan menjelaskan, Mae tipikal atlet yang disiplin. “Saya bangga dengannya. Mae salah satu atlet yang tidak neko-neko. Dia tidak banyak omong. Dia itu cepat tangkap kalau sedang dikasih instruksi. Prestasi yang ia raih di Singapura kemarin itu berkat kerja kerasnya ketimbang bicaranya. Saya harap karir Mae di pelatnas lebih baik lagi, sehingga berhasil mengharumkan nama Banten dan Indonesia di dunia atletik,” harap Wahyudi. (***)

Beri komentar


Security code
Refresh