Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 250 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 271 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 703 | Komentar

Baca


Petahana Jadi Jagoan Golkar * Rekomendasi Pilkada 2018



SERANG – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mengumumkan rekomendasi pengusungan calon kepala daerah pada Pilkada Serentak 2018 untuk wilayah Provinsi Banten. Dari 4 daerah yang akan menggelar pesta demokrasi, partai berlambang pohon beringin itu sebagian besar memilih sosok petahana sebagai kandidatnya.

Isi rekomendasi yang dirilis itu diketahui, untuk Kota Tangerang Golkar mengusung Sachrudin yang kini menjabat sebagai Wakil Walikota Tangerang. Kabupaten Tangerang ada Ahmed Zaki Iskandar yang kini menjabat sebagai Bupati Tangerang.

Kemudian di Kabupaten Lebak diusung nama Iti Octavia Jayabaya yang sekarang masih tercatat sebagai Bupati Lebak. Untuk Kota Serang, Golkar mengusung Vera Nurlaila yang merupakan istri dari Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa I DPP Partai Golkar Agun Gunanjar mengatakan, nama-nama yang diusung ditetapkan dari hasil rapat di tingkat DPP berdasarkan sejumlah pertimbangan yang ada.  “Untuk Pilkada Serentak 2018 untuk Banten kami dari DPP sudah mengambil keputusan dan tertuang dalam sebuah rekomendasi,” ujarnya saat menggelar konferensi pers di Hotel Ratu Bidakara, Kota Serang, Kamis (10/8).

Anggota DPR RI itu menuturkan, setelah rekomendasi diberikan, langkah selanjutnya DPD Partai Golkar Provinsi Banten agar segera melakukan komunikasi dengan para calon yang diusung. DPD provinsi harus mulai menginventarisasi komunikasi politik para calon.

“Tahap berikutnya DPD Golkar Provinsi Banten dan DPD kabupaten/kota bersama-sama kandidat yang sudah diputuskan untuk melanjutkan langkah komunikasi politik yang sudah terbangun. Kami ingin bukan sekadar menang tetapi ingin memberikan kontribusi bahwa Pilkada 2018 harus menjadi solusi yang semakin baik untuk tata kelola pemerintah,” katanya.

Selanjutnya, sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak) 06 DPP, kata dia, ketika komunikasi politik itu sudah final, hasilnya langsung dibawa ke rapat di tingkat provinsi.  “Apabila ada hal prinsipil sehingga belum bisa diputuskan mungkin dikembalikan dulu. Untuk target waktu, ini tidak diberikan batasan. Prinsipnya di akhir Desember sudah mendaftarkan sesuai PKPU (Peraturan KPU),” ungkapnya.

Agun meyakini, rekomendasi yang dikeluarkan bisa menjadi strategi bagus dalam pelaksanaan Pilkada Serentak di Banten. Menurutnya, pilkada merupakan salah satu strategi untuk memenangkan Pileg 2019. “Golkar sudah memiliki pengalaman. Pilkada adalah bagian dari strategi Golkar untuk memenangkan pileg 2019,” tuturnya.

Disinggung apakah pengusungan ini artinya Golkar mematok kursi kepala daerah, Agun membantahnya. Golkar tak menutup kemungkinan nama-nama itu pada akhirnya hanya menjadi calon wakil kepala daerah saat koalisi sudah terjalin.

“Kami dari DPP tidak menekankan harus begini, harus begitu, kita berpolitik bukan semata-mata untuk diri kita. Golkar berpolitik semata-mata untuk penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik, garansi keberpihakan kepada rakyat,” akunya.

Pun demikian ketika disinggung Golkar mengusung Iti untuk Pilkada Lebak yang notabene merupakan kader Partai Demokrat. “Kita harus objektif, jadi bukan untuk soal bertarung tapi mengedepankan penyelangaraan pemerintahan yang baik. Kita melihat Ibu Iti masih yang terbaik, masih layak memimpin walau dari partai lain, itu lah Golkar,” ujarnya.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah menegaskan, keputusan itu harus diikuti oleh seluruh kader Golkar. Sebab, ketika mereka masuk partai maka secara tidak langsung telah menyerahkan hak politiknya.

“Semua partai pasti seperti itu, keputusan partai semua harus fatsun karena kita harus sadar ketika masuk ke parpol maka hak politik sudah diserahkan ke partai,” ungkapnya.

Meski demikian Tatu tidak melarang ketika ada kader Golkar lainnya yang tetap berhasrat ingin maju. Akan tetapi yang bersangkutan harus melepas atributnya dan statusnya sebagai kader Golkar. (Itu hak pribadi, aturannya seperti itu,” katanya.

Ditemui usai acara, Bakal Calon Walikota Serang dari Partai Golkar Vera Nurlaila menuturkan, dirinya akan segera menindaklanjuti komunikasi politik yang sudah terjalin sesuai instruksi DPP. “Sesuai arahan saja,” ucapnya singkat.

Senada diungkapkan Bakal Calon Walikota Tangerang dari Partai Golkar, Sachrudin. Dia mengaku hingga kini sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol. “Intinya bukan jago-jagoan. Sudah ada komunikasi dengan sejumlah parpol seperti contoh PAN,” pungkasnya. (dewa)

Beri komentar


Security code
Refresh