Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 250 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 271 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 703 | Komentar

Baca


Kota Madani Hanya Mimpi * 10 Tahun Cuma Diisi Acara Seremonial


SERANG – Kota Serang sudah berusia 10 tahun. Banyak kalangan menilai waktu 10 tahun seharusnya sudah cukup mewujudkan moto Kota Serang, yaitu Kota Madani. Faktanya jauh panggang dari api.

Peringatan hari ulang tahun Kota Serang ke-10 di gedung DPRD Kota Serang kemarin diwarnai aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa dari sejumlah elemen. Menurut mahasiswa wujud Kota Madani adalah yang kesejahteraan masyarakatnya di atas 68 persen, infrastrukturnya baik, angka kematian rendah, dan sumber daya manusia berada di tingkat tertinggi.

“Tapi harapan menjadikan Kota Serang sebagai Kota Madani nampaknya hanya mimpi bila kita melihat fakta di lapangan,” kata Eka Nugraha, koorlap aksi, di sela berjalannya rapat paripurna istimewa DPRD Kota Serang, Kamis (10/8).

Eka mengungkapkan bahwa di Ibu Kota Provinsi Banten ini kasus gizi buruk masih tinggi. Data tahun 2016 ada 88 anak menderita gizi buruk dan 30 balita terkena campak bahkan satu orang dinyatakan meninggal dunia. Padahal, sebagai sebuah kota seharusnya kesehatan menjadi masalah yang harus ditangani dengan serius. “Sepuluh tahun Pemkot Serang hanya mengisi agenda dengan kegiatan seremonial belaka tanpa ada aksi nyata,” katanya.

Di bidang pendapatan asli daerah Pemkot Serang kerap kali gagal memenuhi target PAD. Padahal, banyak potensi PAD yang bisa digali, salah satunya dari pasar tradisonal dan parkir. Masih banyaknya Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Serang yang jumlahnya mencapai ratusan juga menjadi indikator Pemkot Serang tidak serius bekerja menyelesaikan masalah. “Selama ini kita anggap kinerja pemerintah tidak sesuai dengan harapan rakyat,” ujarnya.

Hamzah, koorlap dari Hamas Komisariat Unsera, mengatakan banyak masalah yang tidak terselesaikan selama kepemimpinan Tb Haerul Jaman selama 10 tahun. Salah satunya kemacetan di Trondol. Rencana pembuatan jalan pengurai kemacetan di kawasan tersebut pun tak kunjung terealisasi.

“Kinerja Pemkot Serang masih kurang jelas dalam mengatasi masalah-masalah di Kata Serang. Kurang kreativitas sehingga masalah yang ada dibiarkan,” katanya.

Adapun organisasi yang menggelar aksi adalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Serang, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Cabang Serang.

Walikota Serang Tb Haerul Jaman mengklaim perkembangan Kota Serang selama 10 tahun cukup menggembirakan. Ia mengungkapkan bahwa ketika pertama berdiri tahun 2007 APBD Kota Serang hanya Rp 1 miliar. Setelah 10 tahun APBD meningkat menjadi Rp 1,2 triliun. “Bila melihat indikator banyak pembangunan yang sudah mengalami perkembangan,” kata Jaman.

Terkait kemacetan, banjir, masalah pendidikan, dan pengangguran ia mengatakan masalah-masalah itu tidak hanya dihadapi Kota Serang melainkan juga oleh semua daerah. Penanganan masalah-masalah ini menurutnya tidak bisa selesai bila hanya dilakukan oleh Pemkot Serang melainkan harus bersama-sama, termasuk dengan masyarakat.  "Seperti soal banjir kan penyebabnya ada juga karena masyarakat buang sampah sehingga menyumbat saluran air. Makanya masyarakat harus ikut memiliki kesadaran," katanya.

Embay Mulya Syarif, tokoh masyarakat Kota Serang, mengungkapkan bahwa bila dilihat dari kuantitas APBD Kota Serang memang mengalami peningkatan. Namun bila diperhatikan lebih dalam besarnya APBD Kota Serang sebagian besar berasal dari dana bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun Provinsi Banten.

Sementara pendapatan asli daerah yang diupayakan dan digali sendiri oleh Pemkot Serang masih sangat kecil, di bawah Rp 135 miliar.  “PAD Kota Serang masih sangat minim dan penggaliannya masih sangat lambat,” katanya.

Ketua DPRD Kota Serang Subadri Usuludin mengatakan bahwa Kota Serang sudah membangun sejumlah aspek meski masih dinilai belum signifikan oleh masyarakat. Meski APBD Kota Serang tidak besar, namun sejumlah pembangunan terus berjalan, misalkan rumah sakit, ruang kelas baru, jalan, dan lainnya. “Atas segala kekurangan kami berkomitmen untuk memajukan Kota Serang,” katanya.

Karena APBD Kota Serang masih kecil, kata Subadri, maka Pemkot Serang harus terus membangun sinergitas dengan pemerintah pusat dan Pemprov Banten. Ia berharap ke depan Kota Serang semakin berdaya dan berbudaya. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh