Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 384 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 485 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 391 | Komentar

Baca


Baja Ratusan Ton Terlempar 200 Meter



SERANG – Nining (28), pemilik warung kopi menjadi salah satu saksi mata saat kapal milik Kemenhub yang tengah dirakit oleh pekerjanya itu meledak. Lokasi warung Nining yang hanya berjarak kurang lebih 30 meter dari PT Krakatau Shipyar membuatnya mengetahui persis bagaimana kapal yang memakan korban lima nyawa di pagi hari itu meledak.

Nining yang kelihatan masih agak lemas karena membayangkan kejadian tersebut menuturkan, pagi itu tidak ada tanda-tanda apapun jika akan terjadi ledakan maut di tempat para langganannya itu bekerja. “Tadi (kemarin-red) saya langsung masuk ke warung gak kuat melihatnya, karena pas melihat ada yang kepalanya putus,” ujar Nining, saat ditemui dilokasi kejadian, di Desa Puloampel, Kecamatan Puloampel, Jumat (11/8).

Seperti hari biasanya, lanjut Nining, sebagain dari para pekerja itu ada yang mampir ke warungnya untuk sekedar ngopi dan merokok sebelum memulai kerjanya. “Suara ledakannya kuat banget kaya suara ban pecah dan keluar banyak asap juga tapi gak ada apinya. Waktu meledak pegawainya pada lari keluar. Ada barang kaya baja gitu mental jauh, tadi orang-orang bilang ada sekitar 200 meteran. Kejadiannya kurang lebih jam 08.00 WIB,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, selang beberapa menit setelah ledakan, warga berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian yang jaraknya kurang lebih 500 meter. “Tadi itu banyak yang datang warga dan polisi. "Yang laki-laki pada ngebantuin ngangkatin korban dimasukan ke mobil gak tahu mau dibawa kemana. Tadi pas ngeliatnya badan saya gemetaran gak kuat. Katanya ada tabung yang meledak,” paparnya.

Sementara itu, di salah satu rumah korban bernama Ifon Efendi, puluhan orang berkumpul untuk mempersiapkan pemakaman korban. Sepupu korban bernama Samudi menjelaskan, korban bekerja di tempat pembuatan kapal tersebut baru sekitar satu bulan.

“Almarhum baru satu bulan bekerja di situ (PT Krakatau Shipyar-red). Tadi saya datang ke lokasi membantu mengangkat almarhum sambil badan gemetaran dan darah dimana-mana,” katanya.

Jenazah Ifon tidak dilakukan otopsi di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara karena pihak keluarga menolak dengan alasan akan langsung menguburkan korban pada sore harinya. “Iya keluarga menolak diotopsi karena kan ini murni kecelakaan. Sore ini juga almarhum mau langsung di kuburkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Samudi menuturkan, Ifon meninggalkan satu orang istri dan dua orang anak. Anak Ifon yang pertama saat ini mash duduk di bangku sekolah dasar (SD). “Istri almarhum sedang mengandung. Usia kandungannya sudah tujuh bulan. Semoga diberi kekuatan dan kesabaran. Mohon doanya saja,” pungkasnya. (tanjung)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir