Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 384 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 484 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 391 | Komentar

Baca


Lima Pekerja Langsung Remuk * Kapal Milik Kementerian Perhubungan Meledak



PULOAMPEL - Lima pekerja tewas seketika dan tiga lainnya luka parah setelah Kapal KM Kendhaga Nusantara 14 yang sedang dirakit meledak di galangan kapal PT Krakatau Shipyard, Desa Puloampel, Kabupaten Serang, Jumat (11/8) sekitar pukul 07.45.

Korban meninggal dunia antara lain Saprudin (35), warga Kampung Citajur RT 05/01, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang; Ivon Efendi (33), warga Kampung Pasar, Yadi Hermawan alias Nyonyo (34), warga Kampung Sumur Hanja, Ali Misri (50) warga Kedung Soka, dan Supriyadi (33), warga Puloampel, Desa Puloampel, Kecamatan Puloampel.

Sementara korban luka berat adalah Asmara (45) warga Kampung Sondong, Desa Cikedong, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang; Dani, warga Cianjur; dan Rusman, warga Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.  Ledakan diduga kuat berasal dari kebocoran tabung gas 50 kilogram yang digunakan untuk mengelas kapal.

Saat itu, tidak ada satupun pekerja yang sadar bahwa ada gas bocor karena tak tercium apapun. Begitu saklar listrik untuk mengelas dinyalakan, blarrrr.. ledakan dahsyat pun terjadi. Para pekerja yang sedang memasang lambung kiri kapal terpental dan tertindih besi dan baja yang beratnya mencapai ratusan kilogram. Badan kapal pun jebol seluas 25 meter.

Dahsyatnya ledakan sampai didengar oleh warga sampai radius satu kilometer. Kondisi tubuh para pekerja pun memprihatinkan. Dua tewas dalam kondisi kepala remuk, dan yang lainnya remuk di bagian badan yang lain.

Seluruh jenazah korban tewas kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dradjat Prawiranegara, Serang untuk dilakukan autopsi. Sedangkan korban luka berat masih mendapatkan perawatan di RSUD Panggungrawi, Kota Cilegon.

Kapolres Cilegon AKBP Raden Romdhon Natakusuma mengatakan, pihaknya masih menunggu korban luka stabil untuk meminta keterangan. "Kita akan dalami, apakah faktor kesengajaan atau kelalaian. Atau juga kecelakaan kerja. Galangan kapal ini sudah dikerjakan sejak dua tahun lalu ini proyek kapal milik Kementerian," ujarnya.

Romdhon menyatakan akan menyelidiki izin galangan kapal milik PT Krakatau Shipyard itu dengan menggandeng Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten. Sementara itu, tak ada satupun pihak perusahaan yang bisa dikonfirmasi oleh Banten Raya. Salah satu petugas keamanan PT Krakatau Shipyard mencoba menghalangi awak media yang hendak mengambil gambar di lokasi kejadian.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Tonny Budiono mengungkapkan bahwa kapal yang sedang dirakit tersebut adalah kapal milik Kementerian Perhubungan. Kapal dikerjakan oleh PT DOK & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) dan PT Krakatau Shipyard dengan biaya Rp113 miliar dengan sistem multiyears. Kapal yang diperuntukan untuk mendukung program Tol Laut di wilayah Timur Indonesia itu ditargetkan selesai akhir tahun 2017 ini.

“Kami atas nama Ditjen Perhubungan Laut turut berduka dan prihatin atas terjadinya musibah ini. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali di kemudian hari,” ungkapnya.

Tonny menyatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab terjadinya musibah tersebut. “Untuk penyebab ledakan masih didalami pihak Kepolisian setempat, termasuk meminta keterangan dari para saksi dan sejumlah pihak terkait. Kita akan tunggu hasil proses penyelidikan dari Kepolisian untuk mengetahui penyebabnya,” ujar Tonny.

“Terkait dengan proses pengerjaan kapal, hingga saat ini kemajuan pekerjaan mencapai 61 persen. Sekali lagi saya sampaikan musibah ini adalah murni kecelakaan kerja dan kiranya agar pihak galangan selalu mengutamakan keselamatan dalam bekerja dengan tetap mengikuti prosedur yang telah ditetapkan,” ujar Tonny. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir